Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menemukan adanya penurunan ketersediaan susu UHT sebesar 40-50 persen saat melakukan peninjauan di sejumlah distributor utama di Palembang pada, Senin (6/4/2026) lalu.
Kondisi ini dipicu berkurangnya suplai dari pabrik di Jawa Barat, serta hambatan pengiriman barang melalui pelabuhan sejak Februari lalu.
Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyaluran Beras SPHP
“Sejak Februari memang ada penurunan distribusi dari pabrik yang ada di Bekasi dan Bandung. Penurunannya sekitar 40-50 persen,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Henny Yulianti, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga : Dua Orang Meninggal Saat Kecelakaan Beruntun di Bawah LRT Cinde Palembang
Henny mengatakan, selain pengurangan produksi di tingkat produsen, keterlambatan pengiriman logistik di pelabuhan menjadi faktor utama menipisnya stok di gudang-gudang distributor Sumsel.
Meski ketersediaan di ritel umum menyusut, ia memastikan pasokan untuk sektor hotel, restoran, dan kafe (HoReka) relatif stabil karena memiliki jalur distribusi khusus langsung dari pabrik.
Baca Juga : Polda Sumsel Ringkus 137 Tersangka Kasus 3C Selama Mei 2026
“Kami menerima informasi dari distributor bahwa keterlambatan distribusi juga terjadi akibat hambatan pengiriman di pelabuhan, sehingga berpengaruh pada ketersediaan stok di gudang,” imbuhnya.
Guna mengantisipasi kelangkaan yang lebih luas, Dinas Perdagangan akan meningkatkan intensitas koordinasi dengan pihak pabrik agar pengiriman ke wilayah Sumatera Selatan kembali normal.
Pemantauan berkala akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan konsumsi rumah tangga tetap terpenuhi di tengah kendala logistik tersebut.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan distributor maupun pihak pabrik agar distribusi kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
