Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dolar AS Menguat, Rupiah Terseret ke Rp16.779 di Akhir Pekan

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Jumat (27/2/2026) pagi. Berdasarkan transaksi pasar spot, mata uang Garuda parkir di level Rp16.779 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 20 poin atau 0,12% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang menahan laju rupiah di akhir pekan ini. Pelaku pasar merespons data ekonomi Negeri Paman Sam yang lebih solid, terutama dari sektor manufaktur dan ketenagakerjaan, sehingga menopang permintaan terhadap greenback.

Pergerakan Mata Uang Asia Bervariasi

Baca Juga : Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Sebut Pelemahan Dipicu Sentimen Pasar

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang bergerak fluktuatif. Yen Jepang menguat 0,13%, baht Thailand naik 0,12%, sementara yuan China turun 0,16%.

Di sisi lain, peso Filipina terkoreksi 0,07% dan won Korea Selatan melemah 0,33%. Dolar Singapura turun tipis 0,04%, sedangkan dolar Hong Kong menguat 0,01% pada awal perdagangan.

Mata Uang Global Ikut Beragam

Baca Juga : Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Tembus Rp17.896 per Dolar AS di Tengah Pergerakan Beragam Mata Uang Asia

Pergerakan mata uang utama dunia juga cenderung mixed. Euro melemah 0,02%, poundsterling Inggris turun 0,01%, sedangkan franc Swiss menguat 0,05%.

Sementara itu, dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing naik 0,03% dan 0,02%.

Sentimen Dolar AS dan Geopolitik

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp17.650 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia dengan Pelemahan Terdalam

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi penguatan dolar AS dan sentimen geopolitik global.

Menurutnya, data manufaktur dan tenaga kerja AS yang lebih kuat membuat dolar kembali perkasa. Di saat bersamaan, pelaku pasar masih mencermati hasil perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menghasilkan kesepakatan, sehingga menjaga sikap hati-hati investor.

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS, dengan kecenderungan masih terbatas di bawah tekanan.

(Dra/nusantaraterkini.co).