Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Kematian mantan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT) sekaligus aktivis pelabuhan, Ermanto Usman (65), memicu sorotan serius dari DPR.
Anggota Komisi III DPR, Abdullah, mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan yang menewaskan Ermanto di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi.
Abdullah menegaskan, penyelidikan tidak boleh berhenti pada dugaan perampokan biasa. Ia mengingatkan bahwa korban dikenal sebagai sosok yang vokal mengkritik berbagai dugaan praktik korupsi dan penyimpangan di lingkungan pelabuhan.
Baca Juga : Imigrasi Ungkap Sindikat Love Scamming di Semarang, Empat WN China dan 2 WNI Diamankan
“Kasus ini harus dibuka secara terang benderang. Polisi tidak boleh terburu-buru menyimpulkan bahwa ini hanya perampokan. Semua kemungkinan harus diselidiki, termasuk dugaan pembunuhan berencana,” kata Abdullah, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, latar belakang Ermanto sebagai aktivis yang kerap mengungkap berbagai persoalan di sektor pelabuhan membuat kasus ini memiliki dimensi yang lebih luas. Karena itu, aparat penegak hukum diminta tidak mengabaikan kemungkinan adanya motif lain di balik kematian korban.
Abdullah juga menilai pengungkapan kasus ini akan menjadi ujian serius bagi profesionalitas aparat penegak hukum. Ia mengingatkan agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan agar tidak memicu kecurigaan publik.
Baca Juga : Modus Dukun Gadungan, Lansia di Samosir Kehilangan Uang dan Emas Rp248 Juta, Pelaku Ternyata Teman Sendiri
“Polisi harus mampu mengungkap bukan hanya pelaku di lapangan, tetapi juga jika ada aktor intelektual di belakangnya. Jangan sampai kasus ini berhenti pada pelaku kecil sementara dalang sebenarnya tidak tersentuh hukum,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika ditemukan indikasi pembunuhan berencana, maka seluruh pihak yang terlibat harus diproses tanpa pandang bulu.
“Siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas. Tidak boleh ada perlindungan terhadap pelaku, apalagi jika berkaitan dengan kepentingan besar di sektor pelabuhan,” tegasnya.
Baca Juga : Gempa Magnitudo 4.3 Guncang Bener Meriah, Getaran Terasa hingga Takengon
Abdullah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap kasus ini dapat segera terungkap demi memberikan keadilan bagi keluarga Ermanto sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Sebelumnya, Ermanto Usman dan istrinya, Pasmilawati (60), ditemukan menjadi korban dugaan perampokan disertai penganiayaan di rumah mereka di kawasan Pondok Gede. Ermanto meninggal dunia, sementara istrinya mengalami luka serius.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Andi Muhammad Iqbal, menyatakan dugaan sementara kasus tersebut mengarah pada tindak perampokan. Meski demikian, polisi menyebut motif pasti masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga : Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Dini Hari di Medan Tembung, Empat Pemuda Diamankan
(LS/Nusantaraterkini.co).
