Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

DPR Dorong Perum Bulog Jadi Badan Mandiri Demi Stabilitas Harga Pangan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo menilai, Perum Bulog perlu diperkuat sebagai badan tersendiri yang memiliki kewenangan jelas dalam pengendalian harga dan pengelolaan cadangan pangan nasional.

Menurutnya, penguatan kelembagaan Bulog menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika harga pangan dan tantangan ketahanan pangan nasional.

Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyaluran Beras SPHP

Firman menyatakan, pangan merupakan komoditas strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga negara tidak boleh sepenuhnya menyerahkan pengelolaannya kepada mekanisme pasar.

Baca Juga : Firman Soebagyo: Penumpukan Beras Terlalu Lama Bisa Picu Kenaikan Harga

Dalam konteks tersebut, Bulog memiliki peran penting sebagai buffer stock dan penyangga harga, baik di tingkat petani maupun konsumen.

“Bulog harus menjadi instrumen negara yang kuat untuk menjaga stabilitas harga. Saat panen raya, Bulog hadir menyerap gabah petani agar harga tidak jatuh, dan saat harga naik, Bulog melepas stok ke pasar. Fungsi ini tidak bisa dijalankan secara optimal jika Bulog hanya diposisikan sebagai BUMN komersial,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga : DPR Ingatkan Lonjakan Dolar AS Ancam Ketahanan Pangan, Minta Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor

Menurut legislator Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu, penguatan Bulog sebagai badan tersendiri akan memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan responsif terhadap gejolak harga pangan.

Baca Juga : Alex Indra Lukman: Negara Tak Cukup Urus Hutan Hanya dengan Doa

Ia menilai, jika Bulog dilebur ke dalam struktur kementerian atau dilemahkan perannya, maka fungsi stabilisasi akan terkendala oleh birokrasi dan kepentingan sektoral.

Firman menekankan, Bulog memiliki keunggulan yang tidak dimiliki lembaga lain, yakni jaringan gudang dan distribusi yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga : Pemerintah Didesak Bongkar Mafia Pangan Pemicu Kenaikan Harga Minyak Goreng

Infrastruktur tersebut merupakan aset negara yang sangat strategis dan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk melindungi petani dan masyarakat.

“Di daerah-daerah sentra produksi seperti di Jawa Tengah, petani sering kali menjadi korban fluktuasi harga. Dengan Bulog yang kuat, petani memiliki kepastian serapan hasil panen dan tidak terus-menerus berada dalam tekanan tengkulak,” katanya.

Selain berdampak pada kesejahteraan petani, Firman menilai peran Bulog juga krusial dalam menjaga stabilitas inflasi pangan nasional.

Ia menyebutkan bahwa gejolak harga pangan kerap menjadi pemicu utama inflasi, sehingga negara membutuhkan instrumen yang efektif dan terukur untuk melakukan intervensi pasar.

Lebih lanjut, Firman mendorong agar penguatan Bulog sebagai badan tersendiri ditegaskan dalam kerangka regulasi, termasuk melalui revisi atau penguatan Undang-Undang Pangan. Penugasan negara kepada Bulog, menurutnya, juga harus diiringi dengan dukungan anggaran yang memadai agar fungsi pelayanan publik dapat berjalan optimal.

“Bulog bukan sekadar BUMN, tetapi alat negara untuk menjaga kedaulatan pangan, stabilitas harga, dan keadilan bagi petani serta konsumen. Karena itu, penguatan Bulog sebagai badan tersendiri adalah pilihan kebijakan yang rasional dan konstitusional,” pungkasnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)