Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Festival The Hungry Ghost Tradisi Suku Tionghoa Terus Meningkat Setiap Tahunnya

Editor :  hendra
Reporter :  Mhd Ilham Pradilla
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Festival The Hungry Ghost di Vihara Gunung Timur Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan Sumatera Utara (Foto: Mhd Ilham Pradilla/ nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, MEDAN - Festival hantu lapar atau The Hungry Ghost tradisi sembahyang suku Tionghoa di Sumatera utara setiap tahunnya terus meningkat di Vihara Gunung Timur, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.

Diketahui, menurut kepercayaan suku Tionghoa yang ada di jiwa seseorang yang sudah meninggal, keluar dari neraka dan berkeliaran ke bumi pada Sebtember 2025, sehingga mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan mereka menggelar festival ini.

Dari pantuan nusantaraterkini.co, terlihat banyak sejumlah kertas doa kemudian rumah buatan, kendaraan, uang bahkan kapal yang dipajang di Vihara ini.

Baca Juga : Peringati Sumpah Pemuda, Pemko Medan Gelar Festival Kreativitas Pemuda dan UMKM

Edy Salim juru Vihara Gunung Timur mengatakan, menurut kepercayaan mereka The Hungry Ghost ini digelar setiap setahun sekali sebagai persembahan para leluhur yang sudah perpulang lebih dahulu, turun ke bumi kemudian dikasih persembahan, agar tidak mengganggu mahluk lainnya.

Menurut kepercayaan mereka hal itu dilakukan para arwah tidak mengganggu umat yang masih hidup didunia sehinga diberi fasilitas yang sesuai kebutun mereka yang sudah disiapkan.

“Memberikan makanan uang bahkan rumah rumah (rumah buatan), untuk para leluhur atau untuk arwah untuk memberi makanan,” kata dia kepada nusantaraterkini.co pada Sabtu (6/9/2025).

Baca Juga : Jelang Trail Of The King 2025, Para Peserta Racepack Collection di Tepi Danau Toba

Menurut kepercayaan mereka hal itu dilakukan para arwah tidak mengganggu umat yang masih hidup didunia sehinga diberi fasilitas yang sesuai kebutun mereka yang sudah disiapkan.

Dikatakannya, festival ini setiap tahun terus mendapat antusias dari semua suku Tionghoa yang ada Sumut, sehingga setiap tahunnya orang yang sembahyang terus meningkat.

“Dengan adanya acara ini, para umat tiap tiap tahun meningkat datang datang sembahyang bertambah,” katanya.

Baca Juga : Festival The Hungry Ghost Sudah Berjalan Setengah Abad di Kota Medan

Bahkan festival ini satu satunya yang ada di Sumut sehingga umat agama Budha berbondong bondong untuk menghadiri acara ini kemudian sembahyang.

“Dari berbagai daerah yang ada di Sumut yang hadir karena ini satu satunya yang terbesar,” ujarnya.

Dia berharap semoga tahun depan acaranya lebih meriah dan makin tinggi tingkat kesadaran umat tionghoa untuk beribadah mendekatkan diri pada pencipta.

Baca Juga : Festival The Hungry Ghost Tradisi Suku Tionghoa Terus Meningkat Setiap Tahunnya

(Cw3/nusantaraterkini.co).