Nusantaraterkini.co, MEDAN - Ratusan siswa SMK Negeri 10 Kota Medan yang menggelar unjuk rasa karena gagal mengikuti SNBP, mengharapkan Presiden Prabowo Subianto mendengar suara mereka, Rabu (12/2/2025).
Seorang siswa bernama, Anya Cindy Eklesia (17) mengatakan, aksi lanjutan tersebut sengaja mereka buat bertujuan agar tuntutan mereka sampai ke pemerintahan pusat.
Meskipun potensi jalur SNBP terbuka kembali itu sempit, dia tetap mengharapkan aspirasi mereka mendapatkan perhatian.
Baca Juga: Tak Bisa Ikuti SNBP, Ratusan Siswa SMKN 10 Medan Gelar Unjur Rasa
"Meskipun Kepsek dan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum sudah berangkat ke Jakarta, tapi tetap enggak ada peluang untuk masuk ke SNBP," katanya saat diwawancarai, di Jalan Teuku Dik Ditiro, Medan, Rabu (12/2/2025).
"Jadi kami kembali melakukan aksi agar Pak Prabowo mendengarkan kami," imbuhnya.
Sebelumnya, Ratusan siswa dan sejumlah orangtua siswa Eligible SMK Negeri 10 Kota Medan menggelar unjuk rasa di depan gedung sekolah, Jalan Teuku Dik Ditiro, pada Rabu (12/2/2025).
Baca Juga: 322 Siswa MAN 2 Medan Terhambat Ikut SNBP Akibat Keterlambatan Input Data PDSS
Di lokasi, sejumlah spanduk yang bertuliskan keresahan serta sindiran mereka terhadap sekolah terpampang dan ditempelkan di sepanjang pagar sekolah. Diantaranya "sistem buruk, berikan hak kami."
Para siswa serta sejumlah orangtua siswa, protes karena tidak bisa mengikuti jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) karena kelalaian sekolah saat menginput Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Diketahui, para siswa ini sebelumnya telah melakukan aksi pada Kamis (6/2/2025). Saat itu itu, pihak sekolah telah mengaku lalai dalam menginput data ke PDSS.
Dalam konteks kasus ini, SMKN 10 Medan membuat sistem e-rapor. Namun, pihak sekolah melakukan finalisasi data pada 30 Januari 2025, satu hari sebelum deadline SNBP.
Alhasil, ketika data e-rapor semester V siswa tak terbaca sistem PDSS, dan pihak sekolah tak memiliki waktu untuk melakukan perbaikan.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
