Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gelombang Aksi “No Kings” Guncang AS, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tolak Kebijakan Trump

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Demonstran menggelar aksi protes "No Kings"menentang kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, di Los Angeles, California, AS, Sabtu (28/3/2026). (Foto: Ringo Chiu/REUTERS)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, AMERIKA - Gelombang demonstrasi besar kembali menyapu Amerika Serikat pada Sabtu (28/3), saat ribuan warga turun ke jalan dalam aksi bertajuk “No Kings”. Aksi ini menjadi bentuk penolakan terhadap berbagai kebijakan Presiden Donald Trump, termasuk isu perang dengan Iran dan kebijakan imigrasi yang dinilai kontroversial.

Berdasarkan laporan Reuters, lebih dari 3.200 aksi direncanakan di seluruh 50 negara bagian. Gerakan “No Kings” sendiri sebelumnya telah dua kali digelar dan berhasil menarik jutaan peserta.

Salah satu aksi terbesar berlangsung di Saint Paul, tepatnya di depan gedung Capitol negara bagian Minnesota. Para demonstran membawa poster bergambar Renee Good dan Alex Pretti, dua warga yang tewas ditembak oleh petugas imigrasi federal di Minneapolis tahun ini.

Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon

Gubernur Minnesota, Tim Walz, dalam orasinya menegaskan bahwa gerakan ini mencerminkan nilai-nilai utama bangsa Amerika.

“Mereka menyebut kita radikal. Dan benar, kita diradikalisasi oleh belas kasih, oleh keadilan, oleh demokrasi, dan oleh tekad untuk melawan otoritarianisme,” tegas Walz.

Aksi serupa juga terjadi di sejumlah kota besar seperti New York City, Dallas, Los Angeles, Philadelphia, hingga Washington.

Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama

Di New York City, massa diperkirakan mencapai puluhan ribu orang dan memenuhi lebih dari 10 blok di kawasan Manhattan. Aksi ini turut dihadiri aktor ternama Robert De Niro yang menyebut Trump sebagai ancaman serius bagi kebebasan dan keamanan negara.

Salah satu peserta aksi, Holly Bemiss (54), mengatakan bahwa semangat demonstrasi ini mengingatkannya pada perjuangan nenek moyang mereka saat Revolusi Amerika.

“Kami pernah melawan raja demi kebebasan, dan kini kami melakukannya lagi,” ujarnya.

Sementara itu, di kawasan National Mall, Washington, para demonstran meneriakkan slogan pro-demokrasi dan membawa berbagai poster anti-Trump. Bahkan, sekelompok lansia di Chevy Chase turut ambil bagian dengan membawa pesan-pesan seperti “Lawan tirani” dan “Bunyikan klakson jika Anda menginginkan demokrasi”.

Di Dallas, aksi sempat diwarnai ketegangan saat kelompok demonstran berhadapan dengan kontraprotes, termasuk yang dipimpin Enrique Tarrio, mantan pemimpin organisasi sayap kanan Proud Boys. Bentrokan kecil terjadi ketika massa saling menghadang di jalan, hingga polisi akhirnya melakukan sejumlah penangkapan.

(Dra/nusantaraterkini.co).