Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gerakan Pencegahan Malaria Diharapkan Konsisten

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lestari Moerdijat (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengungkapkan gerakan pencegahan penyakit malaria harus konsisten.

Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan pemahaman masyarakat terkait penanggulangan penyakit tersebut.

Baca Juga : Wabah KLB Malaria dan DBD di Nisel Diperpanjang hingga Akhirnya Desember

"Meski ada kecenderungan penurunan jumlah kasus malaria di Tanah Air, ternyata Indonesia masih menjadi salah satu penyumbang angka kematian akibat malaria di dunia. Sebuah gerakan untuk pencegahan malaria harus terus dilakukan secara masif," ujar Lestari, Senin (29/4/2024).

Baca Juga : UU PPRT Disahkan, Lestari Moerdijat: Langkah Nyata Emansipasi Perempuan

Hingga 25 April 2024, Kementerian Kesehatan RI mencatat kasus malaria di Indonesia mencapai 418.546. Sebaran kasus tersebut antara lain meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Selatan, Maluku, Gorontalo, Jawa Barat dan Daerah Khusus Jakarta.

Sementara itu, World Malaria Report 2023 melaporkan India dan Indonesia masih menyumbang sekitar 94 persen kematian akibat malaria di seluruh kawasan WHO Asia Tenggara.

Baca Juga : MPR: Guru Perempuan Adalah Kunci Utama Pembentukan Karakter Generasi Bangsa

Lestari atau yang akrab disapa Rerie pun menyampaikan sejumlah pendapatnya terkait penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Anopheles ini.

Baca Juga : Anggota DPR Irma Suryani Dorong Evaluasi Nasional Program Internship Dokter

Menurutnya, langkah sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan dan penanggulangan malaria harus menjadi bagian dari sebuah gerakan.

Selain itu, Rerie menuturkan upaya untuk mewujudkan sebuah gerakan guna mewujudkan pola hidup sehat merupakan langkah yang tidak bisa ditunda lagi. Hal ini mengingat semakin meluasnya sebaran penyakit tersebut.

Baca Juga : DPR Minta Warga Tak Panik soal Hantavirus: Tekankan Pentingnya PHBS

Lebih lanjut, dia menegaskan mewujudkan pola hidup dan lingkungan yang sehat merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul akibat merebaknya sejumlah penyakit. Dalam hal ini, termasuk juga penyakit yang dipicu perubahan iklim dan lingkungan yang terjadi saat ini.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini juga menyampaikan harapannya kepada para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah. Dirinya berharap para pemangku kepentingan tersebut mampu terus menjaga konsistensi dalam upaya meningkatkan pola hidup dan lingkungan yang sehat bagi masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Rerie menambahkan, melalui dukungan kemampuan dari para pemangku kepentingan, upaya untuk mengeliminasi sejumlah penyakit, seperti malaria, dapat berjalan secara konsisten.

Selain itu, upaya mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing di masa datang juga dapat segera direalisasikan.

(cw1/nusantaraterkini.co)