Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Gudang penyimpanan ban vulkanisir hangus dilahap si jago merah dalam insiden kebakaran hebat yang terjadi pada, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya, peristiwa ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar.
Baca Juga : Dukung Penyelidikan Kebakaran, Manajemen PIM Minta Pengertian Masyarakat Selama Proses Pemulihan
"Kami menerima laporan awal dari masyarakat dan segera meluncur ke lokasi kejadian. Beruntung, gerak cepat petugas pemadam berhasil melokalisir api sehingga tidak merambat ke pemukiman warga yang padat di sekitarnya," ujar Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Hendra.
Baca Juga : Kompor Meledak Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Restoran Gyukaku di Mall Palembang
Peristiwa yang terjadi di tengah teriknya matahari ini menghanguskan seluruh area gudang beserta stok ban di dalamnya.
Meskipun skala kobaran api cukup besar, koordinasi antara kepolisian dan petugas pemadam kebakaran memastikan api tidak menyentuh satu pun rumah penduduk.
Baca Juga : Viral Pukul Sopir Pakai Kayu, Pengusaha di Palembang Jadi Tersangka
Mengenai dugaan awal warga bahwa api dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang merembet, pihak kepolisian memilih untuk tetap berhati-hati.
Baca Juga : Polisi Tangkap Dua Pengeroyok Sopir Truk di SPBU Jalan Noerdin Panji, Satu Masih Buron
Hingga saat ini, tim identifikasi masih terus bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti di lapangan guna mengungkap penyebab pasti munculnya titik api.
Ipda Hendra menegaskan jika penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau faktor teknis lainnya.
Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi guna kepentingan investigasi, sementara pemilik gudang masih melakukan pendataan untuk menaksir total kerugian materiil.
"Terkait penyebab pasti, kami masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Informasi resmi akan segera kami sampaikan setelah investigasi lapangan selesai dilakukan. Kami pastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
