Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gunung Lewotobi Laki-laki NTT Kembali Meletus, Tinggi Abu Capai 1,1 Kilometer

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur meletus pada Minggu (9/6/2024).(Dokumen PGA Lewotobi Laki-laki)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, NTT - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus, Minggu (9/6/2024).

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan, erupsi terjadi pukul 18.43 Wita. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 43.6 mm dan durasi lebih kurang 14 menit 43 detik.

Tinggi kolom abu teramati lebih kurang 1.100 meter atau 1,1 kilometer di atas puncak sekitar 2.684 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga : Pendaki Asal Brasil Jatuh di Gunung Rinjani: Nyangkut di Tebing Sedalam 500 Meter

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut," ujar Kepala Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, dilansir dari Kompas.com, Minggu malam.

Dia mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Baca Juga : Detik-detik Lava Pijar Gunung Merapi Keluar, Mengarah ke Sungai Bebeng

Herman menambahkan, sampai saat ini aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada di level II waspada.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores, Timur Avelina Manggota Hallan mengatakan, sampai saat ini bantuan yang diberikan pemerintah masih berupa masker.

Menurutnya, belum ada rencana evakuasi terhadap warga yang terdampak.

Baca Juga : Status Gunung Api Lewotobi Laki-Laki Naik Level III, BPBD Lakukan Penanganan Darurat

Meski begitu, apabila ada peningkatan status gunung dari level normal ke siaga, Pemda akan mengambil langkah preventif untuk keamanan dan kenyamanan warga.

"Kami juga mengimbau warga sekitar tetap mengenakan masker atau alat pelindung lain untuk menghindari bahaya abu vulkanik," pintanya. (rsy/nusantaraterkini.co)