Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Dentuman Terdengar Hingga Bukittinggi

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Erupsi Gunung Marapi, Kamis (30/5/2024). (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi pada Kamis (30/5/2024) pukul 13.04 WIB.

Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30.4 mm dan durasi sementara ini sekitar 2 menit 2 detik. 

Baca Juga : Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Tim SAR Lacak Dua Titik Lokasi Lainnya

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Baca Juga : Ratusan Ternak Warga Mati Terpanggang Lahar Akibat Erupsi Gunung Semeru

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Dentuman pada erupsi kali ini terdengar sampai dengan pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi, Sumatra Barat," katanya.

Muhari menyampaikan, saat ini status Gunungapi Marapi berada pada Status Level III (Siaga). Untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga yang tinggal di sekitar Gunung Marapi untuk selalu waspada dan tidak melakukan kegiatan dalam wilayah radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (kawah Verbeek) Gunung Marapi.

Baca Juga : Sempat Dipotong, Tiga Daerah Bencana Sumatera Terima Pengembalian Dana Transfer

"Masyarakat dihimbau untuk menjauhi daerah aliran sungai yang berhulu ke Gunungapi Marapi dan waspada terhadap potensi risiko bahaya lahar yang dapat terjadi terutama saat terjadi hujan. Masyarakat hendaknya memakai masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari dampak jika terjadi hujan abu," jelasnya.

Baca Juga : Pembangunan Huntap Pascabencana di Sumatera Dikebut, Pemerintah Prioritaskan Korban Rumah Rusak Berat

Selain itu, tambahnya, seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

"Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah," tandasnya.

Baca Juga : Israel Serang Iran, Ledakan Terdengar di Provinsi Tempat Situs Nuklir

(zie/nusantaraterkini.co)