Nusantaraterkini.co - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri gelar perayaan Harlah Ke-78 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat.
Jokowi mengingatkan rakyat Indonesia agar tidak terpecah belah lantaran perbedaan pilihan dalam Pemilu.
"Sebentar lagi kita akan pemilu. Pemilihan presiden dan legislatif. Proses pemilu penting dan menentukan, tapi kita tak ingin gara-gara pemilu, gara-gara beda pendapat, gara-gara beda pilihan kita saling menghujat, tidak boleh. Benar," kata Jokowi di atas panggung, Sabtu (20/1).
Baca Juga : KPK Disarankan Surati OCCRP Usai Jokowi Masuk Daftar Pimpinan Terkorup
"Tidak boleh saling menghina, tidak boleh saling menghujat. Tidak boleh saling menjelekkan," katanya.
Beliau mengingatkan Jangan sampai ada perpecahan atau konflik antara tetangga. Kerukunan antar warga selama pemilu itu harus.
"Sesama tetangga tidak saling sapa. Tidak boleh. Sesama ibu-ibu pengajian tidak saling bicara. Tidak boleh. Sesama warga saling berkelahi. Tidak boleh," katanya.
Baca Juga : Segini Besaran Gaji dan Tunjangan Ketua serta Anggota DJSN yang Ditetapkan Jokowi: Apa Fungsi dan Tugasnya
Jokowi ingin agar rakyat Indonesia bijak dengan tidak diadu domba oleh isu perbedaan pilihan dalam pemilu.
"Jangan mau diadu domba seperti itu, jangan mau kita dibentur-benturkan seperti itu. Jangan mau kita dipecah belah seperti itu. Setuju?" kata Jokowi disambut jawaban setuju dari peserta acara.
"Karena yang lebih penting dari semuanya adalah keutuhan bangsa dan persatuan bangsa, kerukunan bangsa. Betul ibu-ibu?" ujar Jokowi.
Baca Juga : ICW Kritik Wacana Pilkada via DPRD: Bandingkan Anggaran Rp37 Triliun dengan Makan Gratis Rp71 Triliun
(Ann/Nusantaraterkini.co)
