Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Buah-buahan Melambung, Konsumen dan Pedagang Menjerit

Editor :  Rozie Winata
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pisang melimpah di pasar MMTC, Jumat (4/10/24) (Foto: Elvirida Lady Angel Purba/Nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Harga buah-buahan di Pasar MMTC terus meroket sejak akhir September hingga awal Oktober 2024.

Berdasarkan survei harga terbaru yang berlaku dari 29 September hingga 5 Oktober, sejumlah komoditas buah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yang membuat konsumen maupun pedagang merasakan dampaknya.

Baca Juga : Turun Rp50.000, Harga Emas Antam Sabtu 15 November 2025 Terjun Bebas ke Rp2.348.000 Per Gram

Jeruk manis menjadi salah satu buah yang mengalami kenaikan paling tajam, dengan harga berkisar antara Rp30.400 hingga Rp45.600 per kilogram. Sementara itu, alpukat juga naik drastis, mencapai Rp33.600 per kilogram, jauh di atas harga buah lainnya seperti semangka yang berkisar maksimal Rp10.800 per kilogram.

Baca Juga : Pemerintah Diminta Tak 'Bertangan Besi' Intervensi Harga Pasar Produk Beras

Selain buah lokal, kenaikan juga terjadi pada buah impor seperti apel merah dan hijau. Apel merah dijual dengan kisaran Rp44.000 hingga Rp66.000 per kilogram, sementara apel hijau mencapai Rp38.400 hingga Rp57.600 per kilogram.

Maya, yang sedang membeli pisang di Pasar MMTC, merasa kenaikan harga ini sangat memberatkan.

Baca Juga : Mau Kurangi Gula Pasir? Coba 6 Pemanis Alami Ini: Cocok Untuk Penderita Diabetes

"Biasanya saya bisa beli dua sisir pisang untuk keluarga dengan uang yang sama, sekarang cuma dapat satu sisir. Setiap minggu harga makin naik, dan saya harus pintar-pintar mengatur belanjaan," katanya dengan nada prihatin.

Baca Juga : 7 Jenis Buah yang Sebaiknya Dihindari Penderita Penyakit Jantung

Tak hanya konsumen yang tertekan, para pedagang juga menghadapi masalah serupa. Sinaga, salah seorang pedagang buah di Pasar MMTC, mengeluhkan bahwa mereka mendapatkan barang dengan harga yang sudah mahal dari pemasok. 

"Buah-buahan yang masuk ke pasar ini sudah mahal dari distributornya, jadi kami juga tidak punya pilihan selain menaikkan harga ke pembeli. Kalau tidak begitu, kita bisa rugi," ungkap Sinaga.

Baca Juga : Bulan Ramadan Harga Bahan Pangan Alami Kenaikan, Pasar Raya MMTC Sepi Pengunjung

Menurut Sinaga, kenaikan harga bukan hanya disebabkan oleh pasokan yang terbatas, tapi juga meningkatnya biaya distribusi dan fluktuasi harga di tingkat petani dan distributor.

Baca Juga : Harga Ayam Mulai Turun, Harga Telur Justru Meningkat

"Beberapa buah, seperti pisang kepok, saya dapatkan dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding bulan lalu, Konsumen tentu mengeluh, tapi kami juga merasakan dampaknya," tambahnya.

Kenaikan harga yang terus terjadi membuat banyak konsumen terpaksa mengurangi pembelian buah-buahan, sementara para pedagang berharap kondisi ini segera pulih agar perdagangan bisa kembali normal.

(Cw9/Nusantaraterkini.co)