Nusantarara.co, New York - Pada perdagangan Senin (2/12/2024) harga emas spot menghentikan reli empat sesi dan turun tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat dan aksi ambil untung.
Sedangkan, para investor menunggu data ekonomi utama AS untuk isyarat tentang prospek kebijakan moneter Federal Reserve.
Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, Senin (2/12/2024), harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 2.636,38 per ons troi, pada pukul 02.04 GMT.
Baca Juga : BPS Catat Inflasi Bulanan Sumatera Selatan Mei 2026 Naik 0,61 Persen
Harga emas berjangka AS turun 0,8% menjadi US$ 2.658,80 per ons troi.
"Logam kuning akhir-akhir ini menghadapi aksi ambil untung karena pelaku pasar mengurangi sebagian premi risiko geopolitik, bersamaan dengan menguatnya dolar AS," kata ahli strategi pasar IG Yeap Jun Rong.
Indeks dolar naik 0,5%, membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 28 Mei 2026: Turun Rp31 Ribu ke Rp2.754.000 per Gram
Data utama AS yang akan dirilis minggu ini mencakup lowongan pekerjaan AS, laporan ketenagakerjaan ADP, dan laporan penggajian.
Beberapa pejabat Fed akan berpidato minggu ini, termasuk Gubernur The Fed Jerome Powell pada hari Rabu.
Menurut FedWatch Tool milik CME Group, pasar saat ini melihat peluang 65,4% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember.
Baca Juga : Dilantik Jadi Bos The Fed, Kevin Warsh Janji Tak Tunduk pada Trump
"Jika Fed menetapkan panggung dengan lebih jelas untuk potensi mempertahankan suku bunga hingga tahun 2025, kita mungkin akan melihat harga emas semakin terbebani," kata Rong.
Suku bunga yang lebih tinggi melemahkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga emas merosot lebih dari 3% pada bulan November dan mencatat kinerja bulanan terburuk sejak September 2023 karena prospek tarif yang lebih tinggi di bawah pemerintahan Donald Trump yang akan datang untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Baca Juga : Rupiah Tahan Tekanan Global, Ditutup Menguat ke Rp16.860 per Dolar AS
Trump pada hari Sabtu menuntut agar negara-negara BRICS berkomitmen untuk tidak menciptakan mata uang baru atau mendukung mata uang lain yang akan menggantikan dolar AS atau menghadapi tarif 100%.
(nusantaraterkini.co/win)
