Nusantaraterkini.co, Singapura Pada perdahangan Senin (13/1/2025) pukul 07.00 WIB harga minyak mentah mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada pembukaan di awal pekan ini.
Hal tersebut memperpanjang reli harga minyak mentah karena ekspektasi bahwa sanksi Amerika Serikat (AS) yang lebih luas akan mempengaruhi pasokan minyak mentah Rusia ke importir terbesar dan ketiga di dunia, China dan India.
BACA:Harga Minyak Mentah Melonjak Dan Diperkirakan Mencatat Kenaikan Selama Tiga Minggu Berturut-turut
Baca Juga : Krisis Energi Global, DPR Soroti Keberhasilan Pemerintah Tahan Harga BBM
Diperdagangan hari ini harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Maret 2025 naik US$ 1,35 atau 1,69% menjadi US$ 81,11 per barel, setelah mencapai level tertinggi intraday di US$ 81,44, tertinggi sejak 27 Agustus.
Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Februari 2025 menguat US$ 1,40 atau 1,83% ke US$ 77,97 per barel, setelah sentuh level tertinggi di US$ 78,32 per barel, harga tertinggi sejak 8 Oktober.
BACA: Harga Minyak Mentah Melemah di Tengah Penguatan Dolar Amerika Serikat
Baca Juga : Selat Hormuz Dibuka Kembali, Harga Minyak Mentah Dunia Langsung Anjlok 10 Persen
Sentimen Utama bagi minyak dating setelah Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi terhadap produsen minyak Rusia Gazprom Neft dan Surgutneftegas.
Serta 183 kapal yang telah mengirimkan minyak Rusia, yang menargetkan pendapatan yang telah digunakan Moskow untuk mendanai perangnya dengan Ukraina.
BACA: Harga Minyak Mentah Melanjutkan Penguatan di Hari Perdagangan Kelima Berturut-turut
Baca Juga : Dalam Sepekan, Minyak Mentah Brent Mencatat Kenaikan 2,9% Sedangkan WTI Naik 1,4%
Ekspor minyak Rusia akan sangat terdampak oleh sanksi baru tersebut, yang mendorong pembeli utama China dan India untuk mendapatkan lebih banyak minyak dari Timur Tengah, Afrika, dan Amerika, yang akan meningkatkan harga dan biaya pengiriman, kata para pedagang dan analis.
BACA: Harga Minyak Mentah Menguat 0,28% ke Level US$ 71,92 Per Barel di Awal Perdagangan Tahun 2025
"Putaran terakhir sanksi OFAC yang menargetkan perusahaan minyak Rusia dan sejumlah besar kapal tanker akan berdampak khususnya bagi India," kata Harry Tchilinguirian, kepala penelitian di Onyx Capital Group.
Baca Juga : Harga Minyak Mentah Stabil Setelah Sebelumnya Mencapai Level Tertinggi Dalam Beberapa Bulan
