Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harmoni Imlek 2026, Tokoh Tionghoa Medan Silaturahmi Lintas Agama

Editor :  hendra
Reporter :  Muhammad Ardiansyah
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tokoh Tionghoa Indra Wahidin diabadikan di rumahnya, Komplek Tasbih I, bersama Wali Kota Medan Rico Waas dan para tamu undangan saat bersilaturahmi dalam momen Imlek 2026, Selasa (17/2/2026). (foto:Ardi/nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Hangatnya suasana perayaan Imlek begitu terasa kala para tamu mengunjungi kediaman tokoh Tionghoa, Indra Wahidin, di Komplek Tasbih I, Medan, Selasa (17/2/2026).

Tampak para undangan yang berasal dari lintas agama dan profesi memadati kediaman Indra. Mulai dari keluarga, politisi, rekan, tokoh agama, wali kota, maupun institusi TNI dan Polri.

"Sesuai makan Imlek pertemuan itu membawa silaturahmi yang baik. Masalah yang selama ini kita lalui, semoga lebih baik. Kita di Indonesia kan harusnya lebih toleran dan bersahabat," ucap Indra.

Baca Juga : Kapolres Pematangsiantar Pimpin Pengamanan Perayaan Imlek 2577: Pastikan Situasi Aman dan Kondusif

Ia menegaskan, momen Imlek di tiap tahunnya harus dimaknai secara positif. Yang terpenting menurutnya, di setiap momen harus mengandung nilai-nilai yang positif bagi semua.

Meski dalam suasana suka cita Imlek, Indra tidak berniat menggelar kegiatan secara besar-besaran dan terbuka. Hal itu karena, suasana duka yang menyelimuti Sumatera Utara akibat banjir.

"Memang tidak ada kegiatan khusus untuk merayakan di depan publik. Masih ada saudara kita yang terkena banjir. Kita buat kecil-kecilan saja," ujarnya.

Baca Juga : Imlek 2026 Tahun Kuda Api 2557 Kongzili Meriahkan Pematangsiantar

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas yang hadir dalam momen tersebut, mengapresiasi terciptanya suasana harmonis. Ia menilai, keadaan seperti ini mesti dirawat selama-lamanya.

Melalui momen ini, Rico turut menyampaikan ucapan selamat Imlek bagi masyarakat yang merayakannya. Pesan yang ia tegaskan, keberagaman harus dipertahankan oleh setiap orang.

"Kita harus menjaga keberagaman antar umat beragama, semua suku, dan budaya yang ada di Kota Medan. Apabila kita saling menguatkan, inilah yang bisa membuat bangsa kuat ke depannya," kata Rico yang didampingi sang istri.

Tradisi open house ini rutin digelar setiap tahun dan bertujuan menjadi ruang pertemuan tokoh lintas agama, pejabat, hingga sahabat dan masyarakat umum.

(Cw2/Nusantaraterkini.co).