Harusnya, Kata Jokowi: Pembangunan SDM di IKN yang Didahulukan
nusantaraterkini.co - Presiden Jokowi menyatakan seharusnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Ibu Kota Nusantara (IKN) harus didahulukan.
Sebab, sampai saat ini, pemerintah masih fokus membangun infrastruktur untuk IKN.
Baca Juga : Anggota DPR Sebut Putusan MK Soal IKN Berupa Penegasan, Pembangunan Disesuaikan Kemampuan Anggaran
“Mestinya yang dibangun pertama itu adalah Sumber Daya Manusia (SDM) nya, pelestarian kebudayaan, merawat kebudayaan yang ada di IKN, Jangan sampai nanti tergerus oleh budaya-budaya dari luar seperti budaya asing,” kata Presiden Indonesia Jokowi, Sabtu (4/11/2023) saat membuka Festival Harmoni Budaya Nusantara Tahun 2023.
Maka dari itu, katanya, ia sangat menghargai dan harus diingatkan bahwa seni budaya Indonesia itu sangat beragam, sangat majemuk.
Presiden mengaku Indonesia memiliki 714 suku. Sehingga, aku Jokowi, keragaman kekuatan, karakter, budaya itu harus dilestarikan dan harus dirawat.
Baca Juga : Putusan MK Jadi Rujukan Final Pemindahan Ibu Kota ke IKN
Jokowi juga menyinggung soal kegiatannya selama tiga bulan terakhir yang sering mengunjungi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dikatakan Jokowi, dirinya sudah melakukan Groundbreaking pembangunan sejumlah infrastruktur selama tiga bulan ini.
Sampai saat ini, akunya, ada lima hotel besar, empat rumah sakit, sekolah yang bertaraf internasional, training center PSSI dan mal besar di IKN yang sedang dalam proses pembangunan.
Baca Juga : JK Laporkan Ade Armando Cs, Hensa: Isu Ijazah Jokowi Semestinya Dibahas Secara Privat
Diterangkan Jokowi, seluruh proyek merupakan pembangunan fisik yang harus diseimbangkan dengan pembangunan SDM. Nantinya, kata Jokowi, di IKN akan tinggal dan hidup bersama-sama masyarakat dari beragam etnis dan budaya.
IKN, aku Jokowi, akan dihuni masyarakat yang memang berasal dan tinggal di wilayah IKN dan sekitarnya sejak dulu. Serta, sambungnya masyarakat dari daerah yang lain.
“Karena itu perlu dibangun kesadaran bersama pentingnya sikap saling menghormati, sikap saling menghargai keragaman, dan menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai sebuah kekuatan untuk membangun harmoni, kebersamaan, dan persatuan," pungkasnya.
Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029
(Akb/nusantaraterkini.co)
Sumber Kompasdotcoml
