Nusantaraterkini.co, KOLOMBIA - Kecelakaan tragis menimpa pesawat militer Kolombia pada Senin (23/3/2026) waktu setempat. Sedikitnya 66 orang dilaporkan tewas setelah pesawat jenis C-130 Hercules jatuh sesaat setelah lepas landas dari Puerto Leguizamo.
Pesawat tersebut diketahui membawa total 125 orang, terdiri dari 114 personel militer dan 11 awak pesawat. Mereka sedang menjalankan misi menuju wilayah operasi di kawasan Amazon.
Kronologi Kejadian
Baca Juga : Pesawat Militer Jatuh Saat Lepas Landas, Puluhan Tentara Diduga Tewas
Insiden terjadi hanya beberapa saat setelah pesawat mengudara. Warga sekitar mengaku mendengar suara ledakan sebelum pesawat jatuh di area hutan dan terbakar.
“Saya mendengar ledakan keras dari udara, lalu melihat pesawat terbang rendah di dekat rumah saya sebelum akhirnya jatuh,” ujar seorang saksi mata.
Lokasi jatuhnya pesawat berada di wilayah perbatasan yang berdekatan dengan Ekuador dan Peru, yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan aktivitas militer tinggi.
Korban Tewas dan Luka
Dari total korban meninggal, sebagian besar merupakan anggota militer, termasuk tentara, personel angkatan udara, serta aparat kepolisian. Sementara itu, puluhan lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka dan kini dirawat di rumah sakit setempat.
Tim penyelamat masih terus melakukan evakuasi di tengah medan yang sulit. Bandara kecil di wilayah tersebut menjadi salah satu kendala utama dalam proses penanganan korban.
Respons Pemerintah
Presiden Gustavo Petro menyebut kejadian ini sebagai tragedi besar dan menegaskan pentingnya pembaruan alat utama sistem persenjataan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan juga menyampaikan duka mendalam dan memastikan penyebab kecelakaan masih dalam tahap investigasi.
Investigasi dan Latar Belakang
Hingga kini, otoritas belum dapat memastikan penyebab jatuhnya pesawat. Namun, wilayah tersebut diketahui tengah menjadi fokus operasi militer untuk memberantas kartel narkoba dan kelompok bersenjata.
Pesawat C-130 Hercules sendiri merupakan salah satu pesawat angkut militer andalan yang diproduksi oleh Lockheed Martin dan banyak digunakan di berbagai negara karena kemampuannya mendarat di landasan terbatas.
Insiden ini menjadi kecelakaan kedua yang melibatkan pesawat jenis serupa di kawasan Amerika Selatan dalam waktu kurang dari satu bulan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
