Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Herman Deru: Tragedi Laka Maut Muratara Adalah Duka Masyarakat Sumsel

Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gubernur Sumsel, Herman Deru bersama Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana saat diwawancarai di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (7/5/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan duka cita mendalam, serta memprioritaskan penanganan maksimal bagi seluruh korban kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM yang terjadi di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau proses identifikasi jenazah di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026). Deru menyampaikan jika tragedi yang merenggut 16 nyawa di wilayahnya tersebut merupakan luka bersama meski mayoritas korban merupakan warga luar daerah.

Baca Juga : Buntut Kasus Fee Proyek, Herman Deru Bakal Nonaktifkan Iwan Tuaji dari Partai Nasdem

"Kita sebagai wilayah yang menjadi lokus kecelakaan ini tentu merasakan prihatin dan berduka cita sedalam-dalamnya. Ini adalah duka kita bersama," ujar Herman Deru di hadapan keluarga korban, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga : Gubernur Sumsel Pastikan Gaji ke-13 ASN Pemprov Cair Juni 2026

Deru menjelaskan jika insiden di Jalinsum Muratara tersebut melibatkan warga dari berbagai provinsi, termasuk sopir truk tangki yang merupakan warga asli Kabupaten Muratara serta belasan penumpang bus tujuan Medan.

Mengingat rasa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen menjamin kebutuhan logistik dan akomodasi keluarga korban selama proses percepatan identifikasi oleh tim DVI berlangsung di Palembang.

Baca Juga : Proses Identifikasi Rampung, 4 Sisa Jasad Korban Bus ALS Diserahkan ke Keluarga

"Kecelakaan ini menelan korban jiwa baik dari warga kita di Sumsel maupun saudara-saudara kita yang sedang melintas. Ada sopir warga Muratara dan penumpang lainnya. Rasa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah," tegasnya.

Baca Juga : Fakta Baru Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara: Ternyata Tak Berizin Sejak 2020

Terkait penyebab pasti tabrakan maut yang memicu kebakaran hebat tersebut, pihak Pemerintah Provinsi memilih untuk menghormati proses hukum dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.

Fokus utama saat ini tetap tertuju pada sisi kemanusiaan dan pelayanan optimal terhadap keluarga yang tengah berduka hingga jenazah dapat segera dipulangkan.

Baca Juga : Dua Orang Meninggal Saat Kecelakaan Beruntun di Bawah LRT Cinde Palembang

"Saya tidak masuk ke ranah penyebab kecelakaan, itu ranah kepolisian. Nanti Pak Kapolda yang akan memberikan keterangan setelah data akurat terkumpul. Saat ini, fokus utama kami adalah sisi kemanusiaan dan pelayanan terhadap keluarga yang berduka," ucap dia. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)