Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hilal tak Terlihat di Palembang, Kakanwil Kemenag Sumsel: Idul Fitri Sabtu 21 Maret

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Adetia Purwaningsih
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Syafitri Irwan menyebut jika hilal tidak terlihat pada pemantauan di Markas Observasi Rooftop Hotel Arya Duta Palembang, Kamis (19/3/2026), karena posisinya masih di bawah kriteria visibilitas MABIMS.

Berdasarkan hasil hisab astronomis, tinggi hilal di wilayah Sumatera Selatan saat matahari terbenam pukul 18.12 WIB tercatat hanya berada pada posisi 2° 15' 28" dengan sudut elongasi 5,51°. 

Baca Juga : Hilal tak Terlihat, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan pada 19 Februari

Angka tersebut belum memenuhi syarat minimal kriteria MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang menetapkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Baca Juga : Realisasi Belanja Negara di Sumsel Tembus Rp12,61 Triliun hingga April 2026

"Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, hilal dinyatakan tidak terlihat. Hal ini dikarenakan posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyat yang ditetapkan oleh MABIMS," ujar Dr. H. Syafitri Irwan saat memberikan keterangan resmi di lokasi rukyatul hilal.

Mengingat kondisi teknis tersebut, Syafitri mengatakan jik 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. 

Baca Juga : Buntut Kasus Fee Proyek, Herman Deru Bakal Nonaktifkan Iwan Tuaji dari Partai Nasdem

Namun, hasil pemantauan dari Sumatera Selatan ini akan segera dilaporkan kepada Kementerian Agama RI di Jakarta sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional untuk pengambilan keputusan final.

Baca Juga : Sidang Isbat Penetapan Iduladha Digelar Hari Ini

Pihak Kanwil Kemenag Sumsel mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tetap tenang dan menjaga kondusivitas sembari menantikan pengumuman resmi dari pemerintah pusat malam ini.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu keputusan resmi dari pemerintah. Kepastian mengenai penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah serta pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri sepenuhnya tetap merujuk pada pengumuman resmi Menteri Agama Republik Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga : Kemenag Gelar Sidang Isbat Iduladha 1447 H pada 17 Mei 2026

(Tia/Nusantaraterkini.co)