Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ibu-ibu di Samosir Buat Pewarna Alami untuk Ulos Hingga Menghasilkan Nilai Ekonomis 

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  JBS
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ibu-ibu disamosir membuat pewarna alami ulos dengan cara tradisional dan sederhana.
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, Samosir - Ibu-ibu disamosir membuat pewarna alami ulos dengan cara tradisional dan sederhana.

Pembuatan warna alami ulos salah dari menjaga nilai-nilai budaya dan menghasilkan nilai ekonomis membantu para ibu rumah tangga.

Bahan yang dipakai untuk menghasilkan warna alami yaitu dari tumbuh-tumbuhan yang ada disamosir yakni salaon, jior,sikam,mahoni. Proses pengolahan nya melalui dua cara yaitu dengan proses dingin dan panas.

Baca Juga : Gelaran Ke-12 Pekan Inovasi dan Investasi Sumut 2026 Siap Hentak Parapat Danau Toba

Proses dingin adalah proses pengendapan bahan alam dikumpulkan lalu diendapkan didalam ember.hasil endapan ditunggu sekitar satu hari agar menghasilkan endapan yang banyak.

Heni sinaga salah satu  ibu rumah tangga yang menggeluti pembuatan warna alami ulos. Warna yang di hasilkan sangat pariatif tergantung tumbuhan apa yang diinginkan.

"Ada dua proses untuk menghasilkan warna alami yakni dengan proses dingin dan panas. Proses dingin bahan-bahan alam dikumpulkan lalu di rendama di dalam ember yang berisi air.

Baca Juga : Sumut Jadi Tuan Rumah BTN Indonesia Fashion Week 2026, Kahiyang Ayu Dorong Ulos Tembus Panggung Fashion Dunia

Waktu pengendapan minimal 1x18 jam atau 24 jam lebih pun tidak papa karna semakin lama pengendapan semakin banyak keluar  getah dari bahan tersebut.

Proses panas yaitu proses pemanasan bahan dengan memasak bahan-bahan diatas api yang panas setelah masak di keluarkan lalu disaring. Terakhir celupkan beberapa kali  benang kedalam ember  lalu di keringkan, ucap heni"

Heni sinaga mengajak untuk seluruh masyarakat untuk memakai produk tenunan sebagai nilai-nilai budaya yang harus di lestarikan.

Baca Juga : Mahasiswa Sumut Temui Wapres Gibran, Dorong Hari Ulos Nasional Masuk UNESCO

"Harapan saya  kita sebagai warga samosir khusus orang batak marilah kita produk lokal, produk tenunan sebagai identitas kita sebagai orang Batak dan produk kita dikenal juga sampai mancanegara. 

"Mari kita tetap memakai kemana pun kita pergi kita pakai produk kita, kita hargai yang sudah diwariskan oleh leluhur kita ucap heni," pungkasnya.

(cw8/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Modus Dukun Gadungan, Lansia di Samosir Kehilangan Uang dan Emas Rp248 Juta, Pelaku Ternyata Teman Sendiri