Nusantaraterkini.co, SULAWESI - Seorang imam masjid di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, bernama Ahmad (62), menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi di depan Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, pada Rabu (29/4/2026) sore.
Insiden bermula sesaat setelah Ahmad selesai memimpin salat ashar. Tanpa diduga, ia didatangi sejumlah orang dan langsung diserang dari belakang.
“Saya dipukul tiba-tiba dari belakang. Saat mencoba menghindar, saya terjatuh karena ada tumpukan pasir. Setelah itu saya terus dipukuli, dada saya diinjak, bahkan ada yang melempar dengan batu bata,” ungkap Ahmad saat menceritakan kejadian yang dialaminya, dikutip Senin (4/5/2026).
Baca Juga : Modus Dukun Gadungan, Lansia di Samosir Kehilangan Uang dan Emas Rp248 Juta, Pelaku Ternyata Teman Sendiri
Akibat kejadian tersebut, Ahmad mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan tubuh. Luka di pelipis dan mata yang sebelumnya pernah dioperasi pada November 2025 kembali terbuka. Selain itu, ia juga mengalami benjolan di dahi serta lebam di beberapa bagian tubuh.
Ahmad menduga, aksi kekerasan itu berkaitan dengan tegurannya terhadap sejumlah anak yang bermain-main dengan pengeras suara masjid. Saat itu, anak-anak tersebut sempat mengumandangkan azan di luar waktu yang semestinya.
“Saya hanya menegur karena mereka azan belum waktunya. Mungkin karena itu saya jadi sasaran,” ujarnya.
Baca Juga : Viral Pukul Sopir Pakai Kayu, Pengusaha di Palembang Jadi Tersangka
Sementara itu, Harun, anak korban, menegaskan bahwa ayahnya hanya berniat mendidik dan mengingatkan anak-anak tersebut agar tidak mengganggu kegiatan ibadah. Ia mengakui sempat terjadi tindakan menjitak ringan sebagai bentuk pembinaan.
“Bapak cuma ingin mengingatkan supaya tidak diulangi lagi,” kata Harun.
Pihak kepolisian telah menerima laporan terkait kasus ini. Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Baca Juga : BNN Tangkap Dua WN Rusia di Bali, Sita 7,8 Kg Hashish: Kenali Narkotika Berdaya THC Tinggi Ini
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi dan masih menunggu hasil visum dari pihak medis untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
“Kasus ini sudah ditangani Polsek Wara. Kami masih menunggu hasil visum untuk peningkatan ke tahap penyidikan,” jelas Marsuki.
Polisi juga telah memanggil sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut untuk dimintai keterangan.
Baca Juga : Polda Sumsel Ringkus 137 Tersangka Kasus 3C Selama Mei 2026
(Dra/nusantaraterkini.co).
