Ingat, Penyakit Tak Libur saat Libur Lebaran, Kemenkes: Waspadai DBD dan HFMD
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit hand, foot, and mouth disease (HFMD) selama arus mudik dan balik Lebaran 1445 H/2024 M.
Baca Juga : Jumlah Kasus Demam Berdarah Melonjak di Ibukota Vietnam
Terlebih, penyakit ini memiliki kecepatan penularan yang tinggi meski jarang menyebabkan sakit berat.
Baca Juga : 5 Penyakit Berbahaya yang Paling Banyak Menyerang Masyarakat Indonesia: Penyakit Ini Sangat Mematikan
“Pergerakan manusia selama perjalanan mudik berpotensi mempercepat penyebaran, terutama di kalangan bayi dan balita,” kata Juru Bicara Kemenkes dr M Syahril dikutip dari laman Kemenkes, Kamis (11/4/2024).
Tercatat, hampir 6.500 kasus HFMD hingga pekan ke-13 tahun 2024. Sebagian besar kasus terjadi pada usia anak dan sebagian lainnya pada orang dewasa. Kasus HFMD terbanyak ada di Pulau Jawa, di antaranya Jawa Barat (2.119), disusul Banten (1.171) DI Yogyakarta (561), dan Jawa Tengah (464).
Baca Juga : DBD di Sumsel Capai 1.426 Kasus per Mei 2026: Palembang Tertinggi, Tren Menurun
“Ada tren peningkatan, ditambah mudik dan libur panjang itu berpotensi terjadi peningkatan kasus flu Singapura,” jelasnya.
Baca Juga : Waspada Lonjakan DBD, Dinkes Sumsel Prediksi Puncak Kasus Terjadi Hingga Februari
Untuk itu Syahril mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan selama perjalanan mudik dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menerapkan etika batuk atau bersin. Selain itu, masyarakat diminta menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.
Selain itu dia juga mengimbau pemudik untuk tetap menjaga kebersihan di kampung halamannya untuk mengurangi risiko adanya demam berdarah dengue (DBD).
Baca Juga : Libur Hari Kemerdekaan Ditambah Sehari, Tarif Angkutan Massal Publik Jakarta Didiskon jadi Rp80
“Sekalian lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk di kampung halaman, mengerjakan kebiasaan baik supaya tidak tertular Demam Berdarah,” ujarnya
Baca Juga : ASDP Cabang Danau Toba Lintasan Ajibata-Ambarita Berikan Tarif Diskon Libur Idul Adha
Apalagi, Syahril menambahkan, di wilayah yang angka kasus demam berdarahnya tinggi.
Sebab, hingga pekan ke-14 tahun 2024 atau April ini, tercatat sebanyak 60.296 kasus demam berdarah di Indonesia dengan angka kematian sebanyak 455. Jumlah ini terus bertambah dari pekan-pekan sebelumnya.
Sebanyak 5 kabupaten/kota dengan kasus DBD tertinggi tahun ini di antaranya Kabupaten Tangerang dengan 2.540 kasus, Kota Bandung 1.741 kasus, Kabupaten Bandung Barat 1,422 kasus, Kabupaten Lebak 1.326 kasus, dan Kota Depok 1.252 kasus
Sementara itu, kabupaten/kota dengan kematian DBD tertinggi pada 2024, di antaranya Kabupaten Bandung dengan 25 kematian, Kabupaten Jepara 21 kematian, Kabupaten Subang 18 kematian, Kabupaten Kendal 16 kematian, dan Kabupaten Bogor 13 kematian.
