Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Jepang, Tegaskan Hanya Ditutup bagi Negara Musuh

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi Selat Hormuz dan Teluk Persia. (Foto: Peter Hermes Furian/Shutterstock)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz. Di tengah situasi tersebut, pemerintah Iran menyatakan kesiapannya membantu kapal-kapal Jepang melintasi jalur vital tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak sepenuhnya menutup akses di Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Kyodo News yang kemudian dikutip oleh Agence France-Presse.

Menurut Araghchi, pembatasan hanya berlaku bagi negara-negara yang dianggap sebagai pihak yang memusuhi Iran. Sementara itu, negara lain, termasuk Jepang, tetap diperbolehkan melintas dengan jaminan keamanan.

Baca Juga : Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak, Ketidakpastian Konflik Iran Picu Kekhawatiran Pasar

“Selat ini tidak kami tutup sepenuhnya. Jalur tersebut tetap terbuka, kecuali bagi kapal-kapal dari negara yang menyerang kami,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Ia bahkan menambahkan bahwa Iran siap memberikan fasilitasi bagi Jepang agar kapal-kapalnya dapat melintas dengan aman. Pemerintah Jepang hanya perlu melakukan komunikasi untuk mengatur mekanisme transit tersebut.

Kebijakan ini menjadi sorotan mengingat posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia. Sebagian besar pasokan energi global, terutama dari kawasan Timur Tengah, melewati perairan tersebut.

Baca Juga : IRGC: 23 Kapal Lintasi Selat Hormuz di Bawah Pengawasan Ketat Iran

Jepang sendiri merupakan salah satu negara yang sangat bergantung pada impor minyak dari kawasan tersebut. Sekitar 95 persen kebutuhan minyaknya dipasok dari Timur Tengah, dengan mayoritas pengiriman melalui Selat Hormuz.

Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah Iran disebut mengambil langkah pembatasan sebagai respons atas konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini sempat memicu kekhawatiran global terkait terganggunya pasokan energi dan lonjakan harga minyak dunia.

Namun dengan pernyataan terbaru ini, Iran berupaya memberikan kepastian kepada negara-negara mitra bahwa jalur distribusi energi tetap dapat diakses, selama tidak terlibat dalam konflik langsung dengan Teheran.

Baca Juga : Diplomasi Memanas, Menlu Iran Temui Putin Bahas Gencatan Senjata dengan AS dan Israel

(Dra/nusantaraterkini.co).