Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 2 Juni 2026 ini memperlihatkan para petugas penyelamat bekerja di antara reruntuhan bangunan hunian pascaserangan udara Israel di Tyre, Lebanon selatan. (Foto: Xinhua/Ali Hashisho)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Kamis (4/6/2026) mengatakan Israel harus segera menghentikan serangannya terhadap rakyat Lebanon dan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon yang diduduki.

Dalam pernyataan yang dimuat di media resmi mereka, Sepah News, IRGC kembali menegaskan, syarat utama Iran untuk menerima gencatan senjata yang dicapai pada 8 April dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel adalah diberlakukannya gencatan senjata secara menyeluruh di semua front, termasuk di Lebanon.

Baca Juga : IRGC: 23 Kapal Lintasi Selat Hormuz di Bawah Pengawasan Ketat Iran

Dalam wawancara yang disiarkan oleh badan penyiaran Lebanon, Al Mayadeen, pada Rabu (3/6/2026), Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memperingatkan bahwa Iran akan memberikan respons jika Israel menyerang Beirut.

Baca Juga : IRGC Blokir Selat Hormuz, Ancam Serang Kapal yang Nekat Melintas Jika AS Tak Cabut Blokade

Dia mengatakan Teheran telah menginformasikan kepada semua pihak bahwa Iran tidak akan menoleransi serangan terhadap ibu kota Lebanon tersebut dan langkah semacam itu dapat memicu kembali pecahnya perang.

Perkembangan itu terjadi ketika Israel dan Hizbullah kembali saling melancarkan serangan pada Kamis, meskipun Israel dan Lebanon pada Rabu sepakat menerapkan gencatan senjata menyusul perundingan trilateral yang berlangsung di Washington.

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel

Gencatan senjata tersebut bergantung pada penghentian sepenuhnya serangan yang dilakukan Hizbullah serta penarikan seluruh anggotanya dari wilayah di selatan Sungai Litani.

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi

Sebelumnya pada Kamis, pemimpin Hizbullah Naim Qassem mengungkapkan bahwa perlawanan terhadap Israel akan terus berlanjut dan permukiman-permukiman Israel akan tetap tidak aman selama pendudukan Israel dan serangan terhadap wilayah Lebanon terus berlangsung.

(*/nusantaraterkini.co) 

Baca Juga : Serangan Udara Israel di Lebanon Tewaskan 21 Orang Meski Gencatan Senjata Berlangsung

Sumber: Xinhua