nusantaraterkini.co, MEDAN - Israel meluncurkan serangan ke sekitar istana kepresidenan Suriah di Damaskus pada Kamis (1/5/2025).
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut serangan itu sebagai proteksi terhadap komunitas Druze.
Druze merupakan kelompok minoritas di Suriah, negara yang baru berganti rezim usai runtuhnya kekuasaan Bashar al-Assad. Awal pekan ini Druze terlibat pertikaian berdarah dengan mayoritas Sunni di Suriah.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel
“Tadi malam Israel menyerang sekitar istana kepresidenan di Damaskus,” kata Netanyahu saat menyampaikan konferensi pers bersama Menhan Israel Katz, seperti dikutip dari Reuters melalui kumparan, Jumat (2/5/2025).
“Ini adalah pesan yang jelas bagi rezim Suriah. Kami tidak akan mengizinkan pasukan kalian dikerahkan ke selatan Damaskus atau mengancam komunitas Druze,” sambung dia.
Belum diketahui kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut. Belum pula ada laporan mengenai korban luka atau jiwa.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi
Sampai sekarang Pemerintah Suriah belum berkomentar perihal serangan di sekitar istana kepresidenan.
Adapun sejak dipimpin Ahmad al-Sharaa, Suriah mencoba menampilkan wajah inklusif. Meski sempat terkait Al-Qaeda di masa mudanya, al-Sharaa diketahui memutuskan memisahkan diri dari kelompok radikal tersebut sebelum akhirnya berhasil menguasai Suriah.
Suriah sendiri kendati mencoba lebih terbuka, konflik antar-agama malah semakin mendalam. Selain Druze, pada Maret lalu ratusan ribu pengikut Alawite yang terkait Assad dibantai.
Baca Juga : 20 Orang Tewas saat Israel Serang Masjid Darurat di Kamp Pengungsian Gaza
(Dra/nusantaraterkini.co).
