Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jajak Pendapat, 56% Warga Amerika Tolak Aksi Militer Trump di Iran

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 28 Desember 2018 ini memperlihatkan Gedung Putih dan sebuah rambu tanda berhenti di Washington DC, Amerika Serikat (AS). (Foto: Xinhua/Liu Jie)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Sebuah jajak pendapat yang dirilis pada Jumat (6/3/2026) oleh PBS News/NPR/Marist menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika tidak menyetujui cara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangani konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran dan menentang aksi militer tersebut.

Ketika operasi militer terhadap Iran mendekati akhir pekan pertamanya, survei itu menemukan bahwa 56 persen warga Amerika menentang aksi militer AS di Iran, sementara 44 persen mendukungnya.

Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon

Mayoritas besar dari pendukung Partai Republik mendukung baik pendekatan presiden maupun serangan militer tersebut, masing-masing sebesar 79 persen dan 84 persen, sementara 86 persen dari Partai Demokrat menentang keduanya, demikian hasil jajak pendapat tersebut.

Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama

Di kalangan responden independen, sekitar enam dari 10 orang tidak setuju dengan penanganan situasi oleh Trump dan menentang aksi militer, tambahnya.

Jajak pendapat itu dirilis ketika para anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Partai Republik terbelah tajam terkait serangan terhadap Iran.

Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian

Partai Demokrat mengecam tindakan tersebut dengan berargumen bahwa tidak ada ancaman nyata dari Iran dan bahwa serangan itu tidak memperoleh otorisasi dari Kongres.  

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah, Pasar Dibayangi Konflik Iran-AS

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua