Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Sebuah jajak pendapat yang dirilis pada Jumat (6/3/2026) oleh PBS News/NPR/Marist menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika tidak menyetujui cara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangani konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran dan menentang aksi militer tersebut.
Ketika operasi militer terhadap Iran mendekati akhir pekan pertamanya, survei itu menemukan bahwa 56 persen warga Amerika menentang aksi militer AS di Iran, sementara 44 persen mendukungnya.
Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon
Mayoritas besar dari pendukung Partai Republik mendukung baik pendekatan presiden maupun serangan militer tersebut, masing-masing sebesar 79 persen dan 84 persen, sementara 86 persen dari Partai Demokrat menentang keduanya, demikian hasil jajak pendapat tersebut.
Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama
Di kalangan responden independen, sekitar enam dari 10 orang tidak setuju dengan penanganan situasi oleh Trump dan menentang aksi militer, tambahnya.
Jajak pendapat itu dirilis ketika para anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Partai Republik terbelah tajam terkait serangan terhadap Iran.
Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian
Partai Demokrat mengecam tindakan tersebut dengan berargumen bahwa tidak ada ancaman nyata dari Iran dan bahwa serangan itu tidak memperoleh otorisasi dari Kongres.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah, Pasar Dibayangi Konflik Iran-AS
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
