Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jalan Taput–Tapteng Terputus Akibat Longsor, Komunikasi Lumpuh dan Relawan Terjebak

Editor :  hendra
Reporter :  Junaidin Zai
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi longsor di kawasan Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Rabu (26/11/2025) siang. (Foto: Junaidin Zai/Nuusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, TAPUT - Longsor yang melanda kawasan Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), sejak Rabu (26/11/2025) siang menyebabkan akses menuju Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terputus total. Hingga Rabu malam, kondisi belum membaik dan jalur utama tetap tidak dapat dilalui.

Informasi yang dihimpun menyebut bahwa tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara tengah berupaya menuju kawasan Tapteng–Sibolga. Namun, komunikasi sulit dilakukan karena sejumlah BTS provider dilaporkan mengalami shutdown.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan jalur menuju wilayah Barus–Bengkulu (Wil-Ben) terputus akibat longsor. PUPR memastikan tidak ada upaya pembukaan akses pada hari Rabu karena kondisi masih dikategorikan sangat rawan.

Baca Juga : Korban Tertimbun Longsor di Tapsel Berhasil Ditemukan, Isak Tangis Pecah

Di lapangan, relawan gabungan dari Dompet Dhuafa serta kelompok relawan lainnya dilaporkan terjebak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Jalur alternatif melalui Tarutung maupun Dolok Sanggul juga belum bisa dibuka.

Pihak relawan memberikan imbauan agar tim yang hendak menuju lokasi membawa logistik mandiri, mengingat bahan makanan sulit didapat. Pembukaan dapur umum darurat di jalur terdampak disarankan untuk membantu pengemudi dan penumpang kendaraan yang terjebak. Selain itu, radio VHF direkomendasikan sebagai alat komunikasi cadangan.

Sementara itu, Telkomsel bersama Hubdam dilaporkan bergerak menuju lokasi untuk memasang jaringan darurat dan mendukung pemulihan daya BTS. Namun, akses yang tertutup membuat proses perbaikan belum dapat dipastikan waktunya.

Baca Juga : Galian Tanah Urug CV Napogos Berkarya Jaya, Merupakan Zona Aman Bencana di Tapteng 

Hingga Rabu malam, informasi tentang pendirian posko oleh Pemerintah Kota Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah belum sebagai pusat kendali operasi bencana belum didapat.

Di sisi lain, warga Tapteng terus diliputi kecemasan akibat minimnya informasi. Nanda Azahari Tanjung, warga Kecamatan Sorkam, mengaku khawatir karena saudara perempuannya tidak dapat dihubungi sejak Selasa (25/11/2025).

“Kami hanya bisa menunggu kabar. Jaringan terputus, jadi kami tidak tahu kondisi di sana,” katanya.

Baca Juga : 17 Titik Longsor di Dolok Nauli, Dua Alat Berat Diturunkan Evakuasi Longsor

Hingga kini, BPBD Sumut dan BPBD Sibolga masih menjadi rujukan utama bagi relawan dan masyarakat terkait kelayakan pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.

Sebelumnya telah diberitakan, pantauan di lokasi, sekitar pukul 14.20 WIB antrean kendaraan mengular panjang menuju arah Sibolga. Sejumlah petugas bersama warga berupaya membersihkan longsoran secara manual untuk membuka akses sementara.

Hayati, salah seorang pengendara sepeda motor, mengatakan terdapat lebih dari lima titik longsor di jalur tersebut. Ia menyebut kondisi itu mustahil dilalui kendaraan.

Baca Juga : Update Longsor Taput, Bencana Alam Taput, 9 Orang Meninggal dan 31 Lainnya Hilang

“Parah kali. Tinggi tanahnya sudah sampai sepinggang. Beberapa rumah juga ikut longsor,” ujarnya.

Hayati mengaku terpaksa meninggalkan sepeda motornya dan berjalan kaki menuju Tarutung.

Sementara itu, para pengemudi mobil memilih menepikan kendaraan di lahan kosong di pinggir jalan. Sebagian lainnya tetap mengantre di tengah jalan sembari menunggu informasi terbaru.

Baca Juga : Bupati Tapteng Terjebak Dua Hari di Taput Akibat Longsor di Adian Koting

“Sudah dua jam terjebak. Katanya ada longsor di depan,” kata seorang pengemudi.

Sekitar pukul 15.20 WIB, sebagian kendaraan akhirnya dapat melanjutkan perjalanan setelah salah satu titik longsor berhasil dibuka. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kondisi lima titik longsor lainnya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co).