nusantaraterkini.co, MEDAN — Menjelang perayaan Idul Adha, sejumlah pedagang santan di Pajak Halat, Kota Medan, mulai kebanjiran pembeli. Berbeda dengan kondisi tersebut, pedagang ayam justru mengeluhkan penurunan jumlah pembeli yang berdampak pada minumnya omzet.
Dedy Candra (45), pedagang santan yang sudah berjualan selama 10 tahun, mengaku permintaan santan meningkat dua kali lipat sejak awal pekan ini.
“Biasanya saya hanya habis 50 kelapa sehari. Sekarang bisa sampai 100 kelapa. Pembeli banyak yang mau buat rendang dan gulai,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Kamis (5/6/2025) sore.
Baca Juga : Trafik Kendaraan di Sejumlah Ruas Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Menurun
Menurutnya, santan menjadi salah satu bahan utama untuk berbagai masakan khas Idul Adha seperti gulai, rendang, dan opor. Harga santan ini dijual perkilo berkisa Rp30.000.
Namun kondisi berbeda dialami pedagang ayam potong. Mansyurdin, pedagang ayam di lokasi yang sama, mengaku penjualan menurun hingga 40 persen dibandingkan tahun lalu.
“Biasanya ramai juga, tapi sekarang orang mungkin lebih fokus beli daging kurban. Sejak seminggu ini, ayam kurang laku,” tuturnya.
Baca Juga : Merawat Kebersamaan dan Pererat Tali Silaturahmi, Forum Jurnalis Medan Sembelih 4 Hewan Kurban
Ia juga menyebutkan bahwa harga ayam stabil di kisaran Rp28.000 per kilogram, namun tetap tidak mampu menarik minat pembeli.
Para pedagang berharap situasi akan membaik menjelang puncak Idul Adha dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah sendiri belum mengumumkan adanya intervensi harga maupun program khusus menjelang hari raya kurban ini.
(Cw7/Nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Pedagang Santan di Pasar Halat Medan Kewalahan, Permintaan Banyak Jelang Idul Adha
