Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jelang May Day 2025, Ribuan Buruh di Sumut Siap Turun ke Jalan Tuntut Perumahan Layak dan Keadilan Sosial

Reporter :  Junaidin Zai
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Exco Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo. (Foto: Dok. Partai Buruh)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025, Exco Partai Buruh bersama elemen serikat pekerja di Sumatera Utara menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut keadilan sosial bagi kelas pekerja.

Fokus utama dari aksi nanti adalah desakan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar tidak sekadar hadir dalam seremoni, namun benar-benar mengambil langkah konkret dengan menyediakan perumahan layak dan terjangkau bagi buruh.

Ketua Exco Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo, menegaskan bahwa ribuan buruh akan turun ke jalan, dengan titik aksi utama di Kantor Gubernur Sumut. Mereka menuntut agar janji-janji kesejahteraan bagi buruh tak hanya menjadi narasi politik, melainkan diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Baca Juga : Volume Angkutan BBM KAI Divre I Sumut Tembus 145 Ribu Ton pada Mei 2026

“Kami menolak May Day hanya dijadikan panggung seremoni oleh elit kekuasaan. Pak Gubernur harus membuka mata, hari ini ribuan buruh masih hidup dalam kontrakan, mengontrak, atau menumpang di rumah mertua karena tak mampu beli rumah dari upah yang kecil,” ucap Willy saat digubungi Nusantaraterkini.co, Senin (28/4/2025).

Ia mengungkapkan, 70 persen buruh di Sumut belum memiliki rumah sendiri. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya upah minimum provinsi yang masih berada di kisaran Rp3,2 juta, jauh tertinggal dari provinsi-provinsi industri lainnya yang telah mencapai angka Rp5 juta.

“Ketimpangan ini adalah potret ketidakadilan struktural. Maka kami minta Gubsu tidak abai. Rakyat pekerja bukan sekadar angka statistik, mereka punya hak untuk hidup layak,” lanjut Willy. 

Baca Juga : Sumut Targetkan Tanam 27 Hektare Mangrove Tahun Ini

Dia juga mendesak agar Gubernur Bobby Nasution hadir secara langsung menerima massa buruh dan mendengarkan tuntutan mereka nantinya.

“Kami datang damai, tertib, tanpa agenda politik lain, hanya ingin didengar dan diperjuangkan hak-hak kami. Jika Gubsu absen, maka tudingan bahwa beliau hanya simbol seremoni akan semakin menguat,” tegasnya.

Rute dan Estimasi Massa

Baca Juga : Pemprov Sumut dan Pemko Tanjungbalai Patroli Daerah Perbatasan, Jaga Pintu Masuk dari Ancaman Narkoba

Aksi ini akan melibatkan sekitar 1.000 buruh dari tujuh daerah di Sumut, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Binjai, Tebing Tinggi, dan Batubara. Massa akan berkumpul di depan Istana Maimun sekitar pukul 10.00 WIB dan melanjutkan aksi long march menuju Kantor Gubernur.

Setibanya di Kantor Gubsu, para buruh akan menggelar orasi, membentangkan poster, serta membagikan brosur berisi tuntutan lokal dan nasional, termasuk penolakan terhadap revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dinilai merugikan pekerja.

“Ini bukan sekadar aksi tahunan. Ini adalah panggilan moral untuk pemimpin daerah agar berdiri bersama rakyat pekerja, bukan hanya dengan kata-kata, tapi lewat kebijakan nyata,” pungkas Willy.

Baca Juga : Dapur SPPG di Deliserdang Dimonopoli, Warga Pasar Gambir Menduga ada Udang Dibalik Batu

(cw7/nusantarterkini.co)