Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jelang Ramadan, Ekonom Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bahan Pokok

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ekonom dari Universitas Atma Jaya, Rosdiana Sijabat (Foto: Istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Jelang Ramadan, Ekonom Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bahan Pokok

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ekonom Universitas Atma Jaya, Rosdiana Sijabat mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang ramadan dan hari raya Idul Fitri.

Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyaluran Beras SPHP

Pasalnya, menuru dia, Pemerintah harus banyak belajar dari waktu sebelum-sebelumnya jika setiap memasuki momen tertentu pasti harga bahan pokok trend akan menlonjak.

Baca Juga : Sumut Inflasi 4,35 Persen pada Mei 2026: Emas Perhiasan dan Tomat Jadi Pemicu Utama ​

"Kalau Kita lihat fenomena menjelang ramadan sampai hari Raya Idul Fitri harga-harga bahan pangan selalu naik karena permintaan selalu tajam. Sayangnya Pemerintah tidak belajar dari musim tahunan ini Pemerintah tidak selalu berhasil dengan baik meskipun sudah melakukan intervensi ke pasar supaya harga-harga tidak terlalu memberatkan konsumen," kata Diana kepada nusantaraterkini.co, Kamis (22/2/2024).

Namun, sambung Diana, karena ramadan semacam siklus musiman yang sudah bisa diprediksi, harusnya ada kebijakan antisipasi yang dilakukan pemerintah supaya harga-harga tidak meningkat tajam.

Baca Juga : Ditengah Bencana, Warga Aceh Tamiang Tetap Antusias Berburu Daging Kebutuhan Meugang

"Tentu menjadi isu lain ketika awal 2024 melakukan Pemilu seolah-olah kebijakan perpanganan menjadi kurang diperhatikan. Mudah-mudahan bukan seperti itu terjadi, sehingga Pemerintah bisa mengeluarkan jurus intervensi pasar yang bisa membuat harga jual dari beras ada dalam negeri itu tidak melewati harga eceran tertinggi Pemerintah," tegasnya.

Baca Juga : Harga Daging Sapi Tembus Rp 170 ribu/Kg di Tapteng

(cw1/nusantaraterkini.co)