Nusantaraterkini.co,ACEH TIMUR – Dampak buruk pasca-banjir besar di Aceh dan Sumatera masih menyisakan masalah serius. Salah satu akses krusial di Kabupaten Aceh Timur, yakni jembatan penghubung menuju Dusun Gelugur di Desa Keude Keumuneng, Kecamatan Idi Tunong, kini benar-benar lumpuh. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (30/11/2025), ketika jalur yang sangat dibutuhkan masyarakat tersebut dilaporkan tidak bisa lagi dilalui.
Bukan sekadar kerusakan biasa, hantaman air bah telah menyebabkan pondasi penahan di salah satu sisi jembatan ambrol secara total. Struktur yang seharusnya menopang kini telah hilang, membuat bagian tepi jembatan menggantung tanpa penopang. Kondisi ini menciptakan bahaya ekstrem bagi siapa pun yang mencoba melintas.
Baca Juga : 4 Hari Terisolir Akibat Banjir, 310 Ribu Jiwa Di Kabupaten Aceh Tamiang Terancam Kelaparan
Saat ini, satu-satunya cara bagi warga untuk menyeberang adalah dengan memanfaatkan sebatang papan yang dipasang seadanya. Sayangnya, kemiringan yang curam dan kondisi darurat papan tersebut hanya memungkinkan pejalan kaki dengan risiko tinggi untuk melintas. Pengendara kendaraan roda dua sama sekali tidak dapat menggunakan akses tersebut, melumpuhkan mobilitas warga Dusun Gelugur.
Tragedi kerusakan jembatan ini bukanlah yang pertama kali. Pada tahun 2022, fondasi jembatan juga pernah retak dan terputus akibat abrasi parah yang diperburuk oleh program normalisasi sungai. Meskipun kala itu sempat dilakukan perbaikan sementara, meliputi pemasangan tiang kayu penopang dan penimbunan tanah, upaya tersebut terbukti tidak mampu menahan dampak banjir yang lebih besar di tahun ini.
Pj Keuchik Keude Keumuneng, Yakub, menyatakan bahwa laporan mengenai kerusakan mendesak ini sudah diteruskan kepada dinas terkait di Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur. Beliau menekankan perlunya respons cepat mengingat pentingnya jembatan ini.
“Kami memohon penanganan segera. Situasi jembatan ini sangat berbahaya, dan karena kendaraan roda dua tidak bisa lewat, aktivitas warga terganggu parah. Ini adalah jalur utama bagi Dusun Gelugur. Kami minta perbaikan permanen segera direalisasikan,” tuturnya, Selasa (2/12/2025).
Masyarakat lokal kini sangat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memberikan perhatian serius dan solusi jangka panjang. Kelumpuhan akses ini tidak hanya menghambat kegiatan sehari-hari tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Baca Juga : SPPG Aceh Gerak Cepat Bantu Korban Banjir, 282 Ribu Paket Makanan Sudah Dibagikan
Kerusakan jembatan ini bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2022, pondasi jembatan juga sempat retak dan terputus akibat banjir, diperparah oleh abrasi imbas normalisasi sungai. Saat itu, perbaikan darurat dilakukan dengan pemancangan batang kayu sebagai penopang sementara serta penimbunan tanah. Namun kerusakan tersebut kembali terulang akibat banjir besar yang kembali terjadi di tahun ini.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya untuk mendapatkan tanggapan dari Camat Idi Tunong belum berhasil karena kendala komunikasi yang masih terjadi pasca-bencana banjir.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
