Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jembatani Teori dan Realita Kelas, Cerita Mahasiswa PPG UNP Siap Mengabdi hingga ke Daerah Terpencil

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Riski Aulia
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Mahasiswa PPG Pra-Jabatan tahun 2026 di Universitas Negeri Padang berfoto bersama. (Foto: dok ppgofficial-unp)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan menjadi jembatan krusial bagi sarjana kependidikan untuk bertransformasi menjadi pendidik profesional yang adaptif.

Refleksi mendalam mengenai esensi program ini diungkapkan oleh dua mahasiswa PPG Prajabatan LPTK Universitas Negeri Padang (UNP), Titania Natasya dan Maruahal Nickholas Pasaribu, yang sepakat bahwa tantangan terbesar adalah menyelaraskan idealisme teori dengan dinamika riil di kelas.

Baca Juga : Universitas Paramadina Apresiasi LLDIKTI Wilayah III dalam Memperjuangkan Eksistensi PTS

Mahasiswa Pendidikan IPA UNP, Titania Natasya mengungkapkan tantangannya saat menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) akibat beragamnya karakter murid.

Baca Juga : Mahasiswa Politeknik Ketenagakerjaan Raih 10 Penghargaan di Dua Ajang Nasional

"Saat kuliah, teori terlihat ideal. Namun di sekolah, saya menyadari setiap murid berbeda. Pembelajaran yang dirancang kadang tidak sesuai rencana. Dari situ saya belajar bahwa menjadi guru bukan hanya memahami teori, tetapi juga harus sabar, fleksibel, dan mampu menyesuaikan diri," kata Titania saat dihubungi Nusantaraterkini.co, Rabu (20/5/2026). 

Kombinasi teori dan praktik klinis ini juga dirasakan Maruahal Nickholas Pasaribu. Ia menilai mentoring terstruktur dari Dosen Pembimbing Lapangan dan Guru Pamong sangat membantu mengatasi kesulitan awal dalam menerapkan metode pembelajaran mendalam (deep learning). 

Baca Juga : DPR Ingatkan Sekolah Status Imunisasi Tidak Boleh Jadi Alasan Tolak Siswa Baru

"Tanpa PPG, saya hanya membawa ijazah S.Pd. yang penuh teori tanpa validasi praktik. Melalui PPG, teori yang sulit diterapkan di awal perlahan menjadi kekuatan saya," tutur Maruahal.

Baca Juga : Habib Syarief Soroti Mahalanya SPI Jalur Mandiri PTN, Minta Tak Ada Lagi Jalur Mandiri Tambahan

Perubahan pola pikir menjadi guru profesional kian matang berkat keteladanan para mentor. Titania menyebut mentor tidak hanya mengajari cara mengajar, tetapi juga cara bersikap dan bertanggung jawab terhadap profesi sebagai teladan murid.

Sementara bagi Maruahal, momen paling berkesan adalah saat dipercaya penuh oleh guru pamong untuk mengajar mandiri di kelas.

Baca Juga : Dorong Kualitas Guru, Komisi X DPR Dukung Program 150 Ribu Beasiswa D4 dan S1

"Kepercayaannya menunjukkan saya bukan lagi mahasiswa yang mencoba-coba, melainkan calon guru yang mampu mengelola kelas sendiri. PPG mengubah prinsip saya yang awalnya 'bisa mengajar' menjadi 'dipercaya untuk mendidik'," tegasnya.

Baca Juga : Kurniasih Mufidayati Soroti Ketimpangan Pendidikan Tinggi: Akses Sulit, Angka Putus Kuliah Tinggi

Untuk menyiasati ketatnya seleksi, padatnya kuliah, hingga persiapan Uji Kompetensi Peserta PPG (UKPPPG), keduanya menerapkan manajemen waktu yang disiplin.

Maruahal menganggap setiap proses kuliah, microteaching, dan refleksi PPL sebagai simulasi ujian sesungguhnya. Titania menambahkan bahwa seluruh perjuangan ini sangat bernilai untuk mengantongi Sertifikat Pendidik.

"Sertifikat ini bukti kompetensi yang membuat saya lebih percaya diri karena memiliki bekal yang lebih siap secara pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional," ujar Titania.

Menyikapi komitmen penempatan kerja pasca-lulus dari pemerintah, kedua mahasiswa UNP ini menyatakan kesiapan penuh untuk mengabdi di wilayah tterpencil

Titania berharap dedikasinya dapat mengisi kekurangan guru mata pelajaran IPA di daerah yang membutuhkan. Sejalan dengan itu, Maruahal melihat penempatan di SMP negeri terpencil yang minim fasilitas sebagai peluang pengabdian paling mendesak. 

"Saya melihat ini sebagai peluang untuk memberikan dampak nyata dalam memenuhi kebutuhan akan guru profesional," pungkas Maruahal.

(cw5/nusantaraterkini.co)