Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

JMSI Minta Kapolri Atensi Kasus Pembakaran Rumah Jurnalis di Tanah Karo

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Sofyan Akbar
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kolase foto korban dan rumahnya saat terjadinya kebakaran. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyampaikan keprihatinan atas kasus kekerasan yang kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, kasus tersebut menimpa salah satu wartawan di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, bernama Rico Sempurna Pasaribu.

Patut diduga, kematian Rico dan keluarga dalam peristiwa terbakarnya rumah wartawan Tribarata TV tersebut berkaitan erat dengan tugasnya jurnalistik yang dijalankannya.

Baca Juga : Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

Bukan tidak mungkin ada keterkaitan peristiwa ini dengan karya jurnalistik yang dihasilkan Rico mengenai maraknya perjudian di Tanah Karo yang diduga dibekingi sejumlah aparatur negara.

Baca Juga : Hardiknas Harus jadi Momentum untuk Rumuskan Kembali Peran Pers dalam Pendidikan

Karena itu, JMSI meminta agar Kapolri secara khusus memberikan atensi untuk mengusut dan mengungkap kasus terbakarnya rumah Rico Sempurna Pasaribu demi keadilan dan juga wujud integritas Polri sebagai pengayom komunitas pers di tanah air.

Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, dalam keterangan Selasa (2/7) di Jakarta.

Baca Juga : Situasi Hormuz Kembali Memburuk, Teguh Santosa: Perang Jadi Kartu Terakhir Trump dan Netanyahu Sebelum Pemilu

Menurut Teguh Santosa, kasus kekerasan terhadap wartawan juga pernah dialami JMSI. Di bulan Februari tahun lalu, Wakil Ketua Umum JMSI Rahiman Dani ditembak dari jarak dekat tak jauh dari rumahnya di Bengkulu. Hingga saat ini, kasus ini belum mampu diungkap Polri.

Baca Juga : Bahas Ideologi Pembangunan Prabowo, Teguh Santosa: Partisipasi Diperlukan untuk Atasi Stagnasi Ekonomi

“Kasus yang menimpa Waketum JMSI belum terungkap. Kini kasus yang lebih sadis terjadi di Tanah Karo. Kami sangat berharap, kegagalan Polri mengungkap kasus terhadap anggota JMSI di Bengkulu, tidak terulang dalam pengungkapan kasus terbakarnya rumah Rico Sempurna,” ujar Teguh.

Dia menilai, Polri perlu memberikan perhatian pada kasus-kasus yang menimpa elemen masyarakat pers nasional, baik wartawan maupun pengelola media.

Baca Juga : Kapolda Sumut Pastikan Pengamanan Arus Balik Lebaran 2026 Maksimal

“Korbannya ini tidak hanya menimpa wartawan, tapi anggota keluarga juga ikut menjadi korban. Ini sudah sangat kelewatan,” kata Teguh Santosa.

Baca Juga : Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumut Hari Ini

JMSI memandang dan percaya bahwa, institusi Polri bisa mengungkap kasus ini dengan menggunakan scientific crime investigation sebagai alat guna mencari tau pelaku serta dalam dibalik terjadinya peristiwa tersebut.

Sementara itu, Ketua JMSI Sumut Aulia Andri menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa yang terjadi di Karo tersebut dan meminta aparat kepolisian segera mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang diduga sebagai pelaku.

"Diharapkan tidak ada lagi tindak kekerasan kepada jurnalis di Sumut dan ini merupakan tanggungjawab kepolisian sebagai penegak hukum," tegasnya.

Terpisah, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik menyampaikan rasa belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang terjadi terhadap Sempurna Pasaribu.

Meski begitu dia mengajak masyarakat dan semua pihak untuk mempercayakan proses penyelidikan ini kepada pihak kepolisian terkait penyebab pasti kebakaran yang mengakibatkan empat orang korban tewas tersebut.

"Kami terus memonitor peristiwa ini. Kita tunggu saja bersama-sama dan percayakan penyelidikan ini kepada polisi," katanya.

Selain itu, tambah Farianda, dirinya juga sudah meminta kepada PWI Kabupaten Karo untuk memonitoring perkembangan kasus ini.

"Semoga nanti Kapolda yang baru dapat memberikan perhatian khusus pada kasus ini," pungkasnya.

(Akb/nusantaraterkini.co)