Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jokowi Imbau Pemerintah Baru Agar Berhati-Hati, Ada Apa?

Editor :  Annisa
Reporter :  Shakira
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Joko Widodo. (Foto: Kompas.com/Tangkapan Layar Video Pidato Presiden Jokowi/Sekretariat Kabinet)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengamanatkan pemerintahan baru mendatang untuk berhati-hati dalam mengelola negara.

Jokowi menuturkan Indonesia merupakan negara yang besar dan luas, bahkan jumlah penduduknya saja hampir 280 juta. Dengan demikian, ia mengimbau keawasan diperlukan bagi pemerintahan mendatang.

"Saya harapkan pemerintahan baru nanti agar dapat berhati-hati dalam mengelola negara, mengelola APBN dan sebagainya," kata Jokowi saat membuka Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Palembang, Jumat, (1/3/2024), dilansir dari CNN Indonesia.

Baca Juga : KPK Disarankan Surati OCCRP Usai Jokowi Masuk Daftar Pimpinan Terkorup

"Terutama dalam mengelola ekonomi, politik dan sebagainya, harus berhati-hati agar tidak keliru mengelola negara," jelas jokowi.

Seperti diketahui, Jokowi telah menjabat sebagai Presiden ketujuh Indonesia sejak 20 Oktober 2024. Periode kedua pemerintahan Jokowi bakal berakhir pada Oktober 2024. 

Mengacu pada Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024, batas peralihan kekuasaan seorang presiden pada 20 Oktober 2024, ketika presiden dan wapres terpilih mengucapkan sumpah atau janji.

Baca Juga : Segini Besaran Gaji dan Tunjangan Ketua serta Anggota DJSN yang Ditetapkan Jokowi: Apa Fungsi dan Tugasnya

Selain itu, Jokowi menilai Indonesia mampu menjadi negara maju dalam tiga periode kepemimpinan ke depan.

"Menurut lembaga-lembaga internasional, Indonesia dikalkulasikan dapat menjadi negara maju dalam tiga periode kepemimpinan ke depan" ucapnya.

Jokowi mengatakan dalam beberapa tahun terakhir lanskap politik dan ekonomi global akan berubah, lantaran disrupsi teknologi hingga adanya perubahan akibat interaksi lewat media sosial.

"Kondisi geopolitik saat ini sangat sulit dihitung bahkan ekonomi global ketidakpastiannya sulit dikalkulasikan," tuturnya.

"Tetapi, dengan kondisi ketidakpastian dan adanya tekanan-tekanan di posisi itu justru Indonesia memiliki peluang dan kesempatan melompat untuk menjadi negara maju," kata Jokowi.

(Ann/Nusantaraterkini.co)

Sumber: CNNIndonesia.com