Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jokowi Ingin Kota-kota Lain Terapkan Transportasi Massal Berbasis Energi Hijau Seperti di IKN

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Ari
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Transportasi massal kereta api tanpa rel di IKN. (Ari/Nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, IKN - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap agar kota-kota lain di Indonesia ikut menerapkan moda transportasi massal berbasis energi hijau seperti di Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Kita ingin transportasi massal di IKN itu berbasis energi hijau dan tadi ART (Autonomous Rapid Transitnya) itu listrik, itu yang kita harapkan nanti bisa digunakan di IKN. Selain murah, itu energinya hijau," katanya dalam keterangan yang diterima, Rabu (14/8/2024).

Baca Juga : JK Laporkan Ade Armando Cs, Hensa: Isu Ijazah Jokowi Semestinya Dibahas Secara Privat

Jokowi mengatakan penggunaan transportasi massal membutuhkan jalan yang lebar.

Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029

"Kalau kita pakai ART, jalan itu harus lebar dan jalan di IKN memang didesain lebar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan bahwa kota-kota lain di Indonesia memerlukan dan menerapkan moda transportasi massal seperti di IKN.

Baca Juga : Jadwal Terbatas, Layanan Tiket Tanpa Kursi KA Siantar Ekspres Jadi Sorotan

"Kota-kota lain di Indonesia saya kira semuanya sekarang ini memerlukan transportasi massal yang berbasis energi hijau, kota-kota seperti Surabaya kemudian Makassar, Medan, Bandung, saya kira sudah memerlukan transportasi massal seperti ini," ucapnya.

Baca Juga : Pemprov Sumut Tawarkan KEK Sei Mangkei dan BRT ke Investor Jepang

Selain ramah lingkungan, biaya pengunaan kereta tanpa rel juga jauh lebih murah, jika dibandingkan dengan moda transportasi LRT dan MRT.

"Ini harganya kira-kira Rp70-an miliar satu unit rangkaian, nah kalau kita mau membangun MRT, itu perkilonya Rp2,3 triliun, kalau kita mau membangun LRT itu kurang lebih Rp700 miliar per kilometer, bedanya di situ," tandasnya.

Baca Juga : Kementerian ESDM Didorong Hati-hati Sikapi BBM BOBIBOS sedang Viral di Medsos

(Cw5/Nusantaraterkini.co)