Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kabagops Batalkan Pelaksana Pemagaran Pasar Gambir, Warga Minta Kapolda Turun Tangan

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist
Ukuran Huruf
A A Sedang

NUSANTARATERKINI.CO, DELISERDANG- Polemik pemagaran Pasar Gambir hingga kini tak kunjung tuntas. 

Meski surat rekomendasi pelaksanaan proyek hingga bantuan pengamanan telah diterbitkan, namun gagal untuk dilaksanakan.

Dari informasi yang dihimpun, pembatalan pengamanan hingga belum terlaksananya pemagaran disebut dari pihak kepolisian.

Baca Juga : Raja Panjaitan jadi Ketua Pemagar: Menjadi Suatu Wadah Kebermanfaatan Terhadap Masyarakat

Maka itu, warga setempat, Keysha menuturkan bahwa pembatalan pengamanan pemagaran itu dari pihak kepolisian.

"Di mana menurut informasi saya, bahwa Kabagops Polrestabes Medan membatalkan pelaksanaan sehingga proses pemagaran sampai saat ini belum juga terlaksana," jelasnya.

Keysha menuturkan, ini merupakan kali ke enam pihak kepolisian tak mau ambil peran.

Baca Juga : Pemerintah Hingga Aparat Terkesan Tutup Mata, Pasar Gambir Masih Jadi Polemik

Padahal ini merupakan proses pemagaran yang masuk dalam program pemerintah.

Untuk itu, Keysha meminta agar Kapolda Sumut turun tangan hingga memberi perintah ke jajarannya untuk turut mendukung pelaksanaan proses pemagaran Pasar Gambir.

"Kapolda Sumut harus cepat memerintahkan bawahannya untuk mendampingi proses pemagaran sebagai keamanan. Jika pengamanan dari pihak kepolisian saja sulit, bagaimana bisa menciptakan situasi yang Kamtibmas," bebernya.

Baca Juga : Modus Penumpang 'Offline' Pengemudi Ojek Daring di Medan jadi Korban Begalan Bersenjata

Keysha menjelaskan bahwa informasi pembatalan pelaksanaan pemagaran tersebut diterimanya dari Kasi Trantib Percutseituan melalui WhatsApp.

Apakah seperti ini SOP nya. Karena dengan tak terlaksana proses pemagaran, maka yang dirugikan adalah pemborong.

"Kalau proses pemagaran ini dilaksanakan tanpa ada pengamanan yang ada nantinya pertumpahan darah. Dan kita tidak mau ini terjadi. Maka harusnya Kapolrestabes Medan jeli melihat persoalan ini sehingga mendukung program pemerintah ini," ungkapnya.

Baca Juga : Dua Pelaku Penganiayaan Pasutri di Tembung Ditangkap, Sempat Melawan Petugas

"Kita juga merasa aneh, lantaran pihak pemerintah Deliserdang bisa mengikuti imbauan Kabagops Polrestabes Medan dalam membatalkan pelaksanaan hanya dari WhatsApp. Ini kan sangat aneh," pungkasnya mengakhiri.

(*/nusantaraterkini.co)