Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kabarnya WhatsApp dan Google Tidak Dibutuhkan Lagi

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi aplikasi WhatsApp di smartphone (www.istockphoto.com)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Kabarnya WhatsApp dan Google Tidak Dibutuhkan Lagi

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kabarnya WhatsApp dan Google tidak dibutuhkan lagi. Itu termaktub dari raksasa telekomunikasi asal Jerman, Deutsche Telekom, memamerkan konsep smartphone masa depan yang sepenuhnya bergantung pada penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ke depan sepertinya penggunaan aplikasi tidak dimanfaatkan lagi untuk menunjang aktivitas di ponsel.

Baca Juga : Sekolah Internasional di Kelapa Gading Terima Ancaman Bom, Pelaku Minta Tebusan dalam Bitcoin

Apabila penerapan ini terjadi, tidak menutup kemungkinan aplikasi yang marah seperti Google, WhatsApp, Instagram, TikTok sudah tidak dibutuhkan lagi.

Saat ini, dilansir dari laman CNBCIndonesia pada Selasa (27/2/2024) smartphone secara umum masih sangat bertumpu pada aplikasi buatan perusahaan teknologi. 

Tanpa aplikasi, pengguna tak bisa berinteraksi via chat, scrolling media sosial, main game, hingga menonton video dan film.

Baca Juga : Heboh Chat Audio Hacker di Grup WhatsApp: Bisa Kuras Saldo Rekening, Benarkah? Ini Penjelasannya

Deutsche Telekom mengatakan konsep smartphone masa depan akan disebut 'T-Phone'. Tak ada aplikasi sama sekali di perangkat tersebut. Hal ini dimungkinkan kolaborasi dengan perusahaan chip Qualcomm dan Brain.

Nantinya, semua kebutuhan pengguna yang saat ini dilakukan aplikasi bisa ditangani oleh sistem AI canggih.

"Saya bisa pastikan bahwa dalam 5-10 tahun dari sekarang, tak ada lagi orang yang menggunakan aplikasi," kata CEO Tim Hoettges dalam paparannya di ajang MWC 2024 di Barcelona, Spanyol, dikutip dari Reuters, Selasa (27/2/2024).

Baca Juga : Komdigi Tegur Google, YouTube Dinilai Abaikan Aturan Batas Usia di Bawah 16 Tahun

Hanya bermodalkan prompt ke AI, ponsel akan memberikan rekomendasi destinasi perjalanan, rekomendasi belanja produk, mengirim gambar dan video ke kontak, dsb.

"Showcase ini menunjukkan bahwa Deutsche Telekom percaya dengan potensi program model bahasa besar (LLM) yang sebentar lagi akan teritegrasi ke perangkat mobile. Hal ini akan meningkatkan dan menyederhanakan kehidupan para pelanggan," kata perusahaan.

Perusahaan telekomunikasi dan teknologi lainnya berbondong-bondong memamerkan inovasi berbasis AI di MWC 2024. Diharapkan AI mampu menggenjot bisnis teknologi yang relatif lesu dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga : Meta dan Google Divonis Bersalah Atas Kasus Kecanduan Anak

(Akb/nusantaraterkini.co)