Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kala Kasatlantas Polrestabes Surabaya jadi Korban Luka saat Ricuh Demo di DPRD Jatim

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman terkena lemparan saat demo di depan kantor DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (23/8/2024). Foto: Dok. Istimewa
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, SURABAYA - Unjuk rasa menolak RUU Pilkada di depan kantor DPRD Jawa Timur, Surabaya pada Jumat (23/8/2024) menyimpan banyak cerita.

Akibat aksi massa itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman, terluka di bagian bibirnya terkena lemparan saat unjuk rasa berlangsung.

"Kita tidak tahu ya tiba-tiba botol, sampah, batu, melayang ke kita hingga membuat luka," ujar Arif.

Baca Juga : Warga Sopo Batu Geruduk Kantor Bupati Madina, Tuntut Kepala Desa Segera Dicopot

Arif mengaku dirinya memaklumi adanya kericuhan saat demo itu. Ia mengimbau kepada aparat kepolisian untuk tidak bersikap represif dalam aksi tadi.

"Namanya juga adik-adik mahasiswa sedang melaksanakan orasi, ditambah ada provokasi dari oknum sehingga bikin nambah ricuh," ungkapnya dikutip kumparan, Jumat (23/8/2024).

"Kita sangat paham dan mengerti situasi. Terkadang bisa berubah eskalasi secara cepat, apalagi kegiatan ini sedikit banyak di provokatif oleh oknum," tambah dia.

Baca Juga : Warga Sopo Batu Geruduk Kantor Bupati Madina, Tuntut Kepala Desa Segera Dicopot

Peserta aksi itu gabungan dari beberapa elemen masyarakat, buruh, hingga mahasiswa dari berbagai kampus, di antaranya dari Universitas Airlangga (Unair), UIN Sunan Ampel Surabaya (Uinsa), Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan kampus lainnya.

Demo di depan Kantor DPRD Jawa Timur itu sempat memanas. Massa sempat melempar botol hingga kayu dan batu ke arah kantor DPRD Jawa Timur. Mereka juga menarik kawat berduri yang dipasang melintang di depan kantor DPRD Jawa Timur. Kericuhan itu terjadi dua kali.

Salah satu orator lalu berteriak menggunakan mikrofon mengingatkan agar tidak terpancing kericuhan tersebut.

Baca Juga : 19 Demonstran Tolak RUU Pilkada Jadi Tersangka

"Hati-hati provokasi, jangan terpancing. Tetap tenang. Sudah, sudah," ucap salah satu orator.

(Dra/nusantaraterkini.co).