Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kamtibmas Libur Lebaran Berjalan Kondusif, Kapolda Sumut Apresiasi Dukungan Masyarakat

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Kamtibmas Libur Lebaran Berjalan Kondusif, Kapolda Sumut Apresiasi Dukungan Masyarakat

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, menyampaikan pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2024 dalam mengamankan mudik dan lebaran Idul Fitri 1445 H di Sumatera Utara.

Baca Juga : Libur Hari Kemerdekaan Ditambah Sehari, Tarif Angkutan Massal Publik Jakarta Didiskon jadi Rp80

"Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2024 di Sumatera Utara berjalan aman, lancar," katanya, Rabu (17/4/2024).

Baca Juga : ASDP Cabang Danau Toba Lintasan Ajibata-Ambarita Berikan Tarif Diskon Libur Idul Adha 

Agung menyebutkan, situasi kamtibmas selama libur lebaran di Sumut berjalan dengan sangat kondusif. Begitu juga arus mudik, arus balik mudik serta objek wisata terpantu aman dan lancar.

"Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat terciptanya situasi kamtibmas selama libur lebaran berjalan kondusif. Juga perjalanan mudik dirasakan sangat aman, nyaman dan ceria," sebutnya.

Baca Juga : Lebaran ke-5, BPJS Ketenagakerjaan Buka Layanan Kembali

Agung menambahkan, Polda Sumut bersama jajaran dibantu Kodam I Bukit Barisan serta pemerintah daerah tetap melanjutkan pengamanan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

Baca Juga : Lebaran Jadi Mesin Ekonomi, DPR Sentil Kesiapan Pemerintah

"Walaupun Operasi Ketupat Toba 2024 telah selesai digelar, Polda Sumut tetap melanjutkan pengamanan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) mengingat masih ada masyarakat yang libur lebaran," pungkasnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Kinerja Satreskrim Polres Binjai Disorot, Penangan Kasus Penganiayaan Oknum Polisi Diduga Ada Kejanggalan