Nusantaraterkini.co, MEDAN-Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGGp) terus menggalakkan pariwisata berkualitas. Dalam artian Geopark Danau Toba diharapkan menjadi destinasi wisata yang menyajikan kunjungan untuk wisata penelitian.
"Hal ini kita programkan seiring dengan semangat pengembangan pariwisata berkelanjutan dan mendukung saintific. Dalam hal ini terkait kawasan geopark Danau Toba. Sehingga, fokus pengembangan pariwisata nantinya tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tapi juga kualitas," ujar General Manager (GM) BPTCUGGp Azizul Kholis, kepada Nusantaraterkini.co, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga : BP TCUGGP Gelar Refleksi Akhir Tahun, Capaian 2025 dan Proyeksi 2026
Azizul memaparkan, dalam hal pariwisata Danau Toba ada tiga hal yang menjadi semacam deskripsi di masyarakat maupun wisatawan. Yakni, Danau Toba dari segi historis, Danau Toba dari segi Theologis dan Danau Toba dari segi geologis.
"Yang menjadi objek pengelolaan kami adalah dalam hal geologis ini. Seperti diketahui Danau Toba adalah salah satu dari sekian danau yang terbentuk dari ledakan gunung berapi. Tentunya jika ini dikelola akan menjadi daya tarik untuk wisatawan yang datang untuk melakukan penelitian," papar Azizul.
Selain itu, banyak destinasi wisata seperti batuan dan hal-hal terkait terbentuknya Danau Toba yang bisa menjadi objek penelitian.
"Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, semisal dengan Dinas Pariwisata terkait pengembangan geopark Danau Toba sebagai destinasi wisata. Kemudian dengan Dinas Pendidikan terkait memasukkan geopark Danau Toba dalam kurikulum pendidikan," sebutnya.
Sementara itu, sekaitan dengan geopark Danau Toba sebagai salah satu objek yang diakui UNESCO, sebut Azizul, pihaknya juga sudah menjadwalkan sejumlah program berkelanjutan dengan geopark UNESCO lainnya, termasuk yang ada di negara-negara tetangga.
Baca Juga : Setelah Green Card, Toba Caldera Meraih “Silver Award” di Ajang Geopark Smart Tourism Asian Development Bank
"Jika selama ini kita mengenal ada sister city, maka ke depan harapan kita akan terwujud geopark kembar. Artinya ada sinkronisasi antar geopark dalam hal meningkatkan kunjungan maupun pemanfaatan lainnya. Salah satunya, dalam waktu dekat akan ada agenda internasional terkait geopark ini," pungkas Azizul.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
