Nusantaraterkini.co, Medan - Jalan Medan-Berastagi sudah bisa dibuka, pascaterjadinya longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.
Baca Juga : Alex Indra Lukman: Negara Tak Cukup Urus Hutan Hanya dengan Doa
Hal itu disampaikan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pihak yang telah membantu proses evakuasi.
Baca Juga : Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
“Saya berterima kasih kepada tim spartan yang sudah bekerja,” kata Gidion di lokasi longsor, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (29/11/2024).
Baca Juga : Korban Tertimbun Longsor di Tapsel Berhasil Ditemukan, Isak Tangis Pecah
Menurut Gidion, lokasi longsor masih rentan, sehingga belum bisa dibuka untuk umum.
Baca Juga : Galian Tanah Urug CV Napogos Berkarya Jaya, Merupakan Zona Aman Bencana di Tapteng
Jalur itu dibuka hanya untuk tim evakuasi, seperti alat berat dan lainnya.
Baca Juga : Longsor di Sembahe, 5 Lima Warga Ditemukan Meninggal Tertimbun
“Hari ini, jalan (Medan-Berastagi) sudah bisa dibuka, tetapi belum bisa dilalui alat transportasi umum karena masih agak rentan,” sebutnya.
Baca Juga : Mobil Bus Almasar Terperosok di Titik Longsor Sembahe, Warga Bantu Evakuasi Penumpang
Jalur itu belum dapat dibuka untuk umum karena masih banyak terdapat lumpur dan material lainnya di badan jalan.
Selain itu, kondisi bukit yang masih rentan.
Karena itu, sambung Gidion, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempermudah dan mempercepat proses evakuasi.
“Yang pertama karena masih berlumpur. Kita masih akan berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk membersihkan jalan. Dari target 1 Minggu, bisa dipercepat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dibuka untuk transportasi umum,” tuturnya.
Ke depan, kepolisian bersama pihak terkait melakukan pemetaan terhadap kemungkinan-kemungkinan, kerentanan bukit.
Masyarakat diimbau untuk selalu mencermati ramalam dari BMKG.
“Kemudian melihat medsos tentang cuaca ekstrem yang terjadi menjadi kewaspadaan,” pungkasnya.
(mft/Nusantaraterkini.co)
