Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kapolri Sebut Gran Max yang Terlibat Kecelakaan di Tol Japek Diduga Mobil Travel

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers terkait kecelakaan di Km 58 jalan tol Japek di RSUD Karawang, Senin (8/4/2024).(KOMPAS.COM/FARIDA)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Mobil Gran Max yang terlibat kecelakaan di Jalan Tol Jakarta - Cikampek Kilometer 58, Karawang, Jawa Barat, Senin (8/4/2024) diduga mobil travel.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, berdasarkan informasi dari keluarga, para korban sempat memesan travel untuk menjemput mereka.

"Informasinya dari keluarga korban ada yang menyampaikan bahwa memang mereka ada memesan travel untuk menjemput mereka," kata Sigit di Instalasi Forensik RSUD Karawang, dilansir Kompas.com, Senin (8/4/2024).

Baca Juga : Anggota DPR Abdullah Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Tekankan Posisi di Bawah Presiden

Kapolri akan melakukan investigasi lajutan untuk mengungkap fakta lainnya terkait kecelakaan tersebut.

"Jadi ini masih kita dalami," ujar Sigit.

Sigit memastikan tim gabungan dari Polri, Kementerian Perhubungan, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan penyelidikan.

Baca Juga : Kapolri Siap Eksekusi Rekomendasi Reformasi Polri, Perkuat Kompolnas dan Tata Kelola

Sebelumnya diberitakan kecelakaan yang melibatkan mobil Gran Max, bus Primajasa, dan Terios terjadi di Kilometer 58 Tol Jakarta-Cikampek, Senin (8/4/2024).

Akibatnya 12 orang yang merupakan penumpang Gran Max meninggal dunia setelah mobil tersebut terbakar. Sedangkan, dua korban luka merupakan penumpang dan kondektur bus Primajasa.

Keduanya kini dirawat di Rumah Sakit Rosela, Karawang. Polisi diketahui telah memeriksa sekitar tujuh orang saksi.

Baca Juga : Proses Identifikasi Rampung, 4 Sisa Jasad Korban Bus ALS Diserahkan ke Keluarga

Hingga Senin (8/4/2024) petang, sudah ada empat keluarga yang melakukan kegiatan ante mortem di Pos DVI Polda Jawa Barat di Instalasi Forensik RSUD Karawang. (rsy/nusantaraterkini.co)