Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Karhutla di Sekitar Danau Toba Makan Korban, Ibu Muda Tewas Terpanggang

Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang belakangan hari marak di sekitaran perbukitan Danau Toba memakan korban jiwa, Sabtu (19/7/2025). Korbannya seorang ibu muda bernama Juliana Banjarnahor (27) warga Pealangge, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. (Foto: Istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, POLLUNG - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang belakangan hari marak di sekitaran perbukitan Danau Toba memakan korban jiwa, Sabtu (19/7/2025).

Korbannya seorang ibu muda bernama Juliana Banjarnahor (27) warga Pealangge, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Lokasi kebakaran ladang tempat kejadian perkara korban tewas ini tak jauh dari kawasan Danau Toba di wilayah itu.

Baca Juga: Mencekam, Angin Kencang Bikin Api Lebih Cepat Melahap Hutan dan Lahan di Samosir

Baca Juga: Toba Membara: Geopark di Persimpangan Krisis Iklim dan Harapan Keberlanjutan

Berdasarkan laporan perangkat desa dan aparatur setempat, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (19/7/2025) sekitar Pukul 10.00 WIB saat korban Juliana dan suaminya Haris Saharif (32) bekerja di ladang mereka di Dusun VI Albung, Desa Parsingguran II.

Kemudian mereka membakar semak belukar yang ada di ladang tersebut. 

Pada saat membakar semak belukar cuaca panas dan angin berhembus kencang sehingga api naik membakar ke arah ladang tetangga mereka yang juga ditumbuhi pohon pinus dan penyadapan getah pinus.

Melihat hal tersebut korban naik ke arah atas (kebun pinus) untuk berupaya memadamkan api sedangkan suaminya memadamkan dari arah bawah. 

Diduga korban (Juliana) pingsan pada saat berupaya memadamkan api karena terhirup asap yang datang dari arah bawah.

Karena angin berhembus kencang api naik dari arah ladang mereka ke atas sehingga membakar tubuh korban yang mengakibatkan meninggal dunia. 

Api pun terus berkobar merambat ke ladang-ladang lainnya. 

Sekira Pukul 12.21 WIB, suami korban, Haris Saharif menghubungi saksi Jonelman Sinaga melalui ponsel agar memberitahukan kejadian kebakaran tersebut kepada mertuanya Agister Banjarnahor sekaligus meminta bantuan. 

"Sekira Pukul 13.00 WIB, saksi Jonelman Sinaga, Agister Banjarnahor, Alamsyah Sihombing, dan Absono Banjarnahor tiba di lokasi dan langsung berupaya membantu memadamkan api. Saat proses memadamkan api saksi Alamsyah Sihombing melihat tubuh korban (Juliana) tergeletak di tanah dan sudah meninggal dunia dalam kondisi terpanggang. Saksi Alamsyah Sihombing pun memberitahukan kepada saksi-saksi yang lain," demikian laporan yang diterima Kepala Bidang Hukum dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pemprov Sumut, Zainuddin Harahap, dikutip Nusantaraterkini.co, via WhatsApp, Minggu (20/7/2025) dini hari. 

Kepolisian dari Polsek Pollung dan Tim Identifikasi Polres Humbahas, petugas Damkar, Kapuskes Hutapaung turun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

Atas peristiwa itu, Zainuddin mengimbau warga masyarakat tidak membakar ladang ataupun lalang untuk membuka lahan. 

Baca Juga: Miris, Hutan Pinus Tele di Samosir Kembali Terbakar

Di sisi lain, Zainuddin mengakui, kebakaran hutan dan lahan juga masih terjadi di dekat Menara Pandang Tele, Kabupaten Samosir hingga Minggu (20/7/2025) Pukul 00.30 WIB. 

Zainuddin memastikan tim di lapangan masih terus berusaha melokalisir api agar tak menjalar ke lahan lain dan bisa segera padam. 

(fer/nusantaraterkini.co)