Nusantaraterkini.co, TOKYO - Kementerian pertanian Jepang mengatakan, wabah baru demam babi (swine fever) telah terkonfirmasi di sebuah peternakan di Prefektur Shizuoka, Jepang tengah, pada Selasa (5/5/2026).
Hal ini menandai kasus sejenis keempat yang dilaporkan di negara tersebut tahun ini.
Baca Juga : Disnaker Kota Medan Fasilitasi 1.017 Warga Bekerja ke Luar Negeri Periode Januari-Mei 2026
Menurut Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, hampir 3.000 ekor babi di peternakan di Kota Fujinomiya akan dimusnahkan.
Baca Juga : Kemnaker Gandeng Prefektur Miyazaki, Perluas Peluang Penempatan Magang Teknis ke Jepang
Otoritas setempat menerima sebuah laporan kematian anak babi dari peternakan tersebut pada Senin (4/5/2026) dan melakukan inspeksi di lokasi. Hasil tes mengonfirmasi bahwa babi-babi itu telah terinfeksi demam babi klasik.
Kementerian tersebut mengatakan bahwa semua babi di peternakan yang terdampak akan dimusnahkan, dibakar, dan dikubur.
Sebuah tim investigasi epidemiologi juga akan dikerahkan untuk melacak sumber infeksi, sementara langkah-langkah seperti disinfeksi dan pencegahan masuknya hewan liar ke peternakan akan diperkuat.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
