Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kasus Online Scam Melonjak di Myanmar, Thailand Putus Aliran Listrik

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi Online Scam. (Foto: RMOL)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kasus penipuan daring atau online scam melonjak di Myanmar. Menyikapi tekanan publik untuk menindak jaringan kriminal yang telah merugikan banyak korban di Asia Tenggara dan wilayah lain, Pemerintah Thailand akhirnya menghentikan pasokan listrik ke beberapa kota di Myanmar yang dikenal sebagai pusat operasi sindikat penipuan daring atau online scam.

Wilayah perbatasan Myanmar, termasuk Myawaddy dan Tachilek, telah lama menjadi tempat beroperasinya sindikat kejahatan yang memanfaatkan tenaga kerja paksa untuk menjalankan skema penipuan daring. 

Baca Juga : 3 Komplotan Spesialis Pencurian Rumah Kosong dan Perkantoran Diringkus Polisi

Para korban sering kali ditipu dengan tawaran pekerjaan palsu dan kemudian dipaksa bekerja dalam kondisi seperti perbudakan, mengoperasikan penipuan investasi, perjudian ilegal, dan skema asmara palsu.  

Dewan Keamanan Nasional Thailand dan badan pemerintah sepakat untuk memutus pasokan listrik, internet, dan gas ke lima kota di Myanmar yang berbatasan dengan Thailand utara. 

Langkah ini diambil dengan alasan keamanan nasional serta besarnya kerugian yang diderita negara akibat operasi penipuan tersebut.  

Baca Juga : Sakit Hati Dipecat, Pria di Bali Culik Anak Bos

Menteri Dalam Negeri Thailand, Anutin Charnvirakul mengungkapkan bahwa nilai penjualan listrik ke daerah-daerah ini mencapai sekitar 600 juta baht per tahun.

Namun, ia menegaskan bahwa keamanan nasional lebih penting dibandingkan keuntungan ekonomi.  

"Hari ini pemerintah mengatakan kami harus berhenti karena Anda memasok listrik kami kepada mereka yang menyebabkan kerusakan pada negara kami," kata Anutin di kantor pusat Otoritas Listrik Provinsi di Bangkok, seperti dikutip dari Reuters melalui RMOL, pada Kamis (6/2/2025).

Baca Juga : Coretan Bertuliskan "Adili Jokowi" Marak di Yogyakarta, Polisi Telusuri Pelaku

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Phumtham Wechayachai mengungkapkan bahwa penipuan daring ini telah menyebabkan kerugian sekitar 80 juta baht per hari bagi Thailand. Keputusan ini juga diambil setelah kunjungan pejabat tinggi Tiongkok ke Thailand pekan lalu. 

Wakil Menteri Keamanan Publik Tiongkok, Liu Zhongyi bertemu dengan Kepolisian Kerajaan Thailand untuk membahas kerja sama dalam menindak jaringan penipuan. 

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas upaya penyelamatan korban, penegakan hukum, serta pemutusan utilitas ke daerah-daerah yang digunakan oleh sindikat penipuan.  

Baca Juga : Gelar Nikah Massal, 300 Pengantin Dapat Hadiah Mobil dan Rumah

Tekanan dari Tiongkok semakin meningkat setelah insiden hilangnya seorang aktor Tiongkok di Thailand. Aktor tersebut kemudian ditemukan di dekat perbatasan Myanmar, di mana ia diduga telah diperdagangkan untuk bekerja dalam operasi penipuan.  

Myanmar, Kamboja, dan Laos selama ini dikenal sebagai pusat operasi penipuan daring, sementara Thailand sering menjadi jalur transit bagi korban yang direkrut secara paksa. 

Beijing telah mendesak pemerintah militer Myanmar untuk menindak jaringan ini, tetapi banyak pusat operasi penipuan berada di wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak etnis, yang sering kali berada di luar jangkauan hukum pemerintah.  

Sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah ini, bulan lalu Kabinet Thailand menyetujui undang-undang baru yang mengatur tanggung jawab bank dan penyedia telekomunikasi terhadap kerugian korban penipuan.

Undang-undang ini juga memungkinkan kompensasi kepada korban tanpa harus menunggu keputusan pengadilan.  

Namun, efektivitas pemutusan listrik ini masih dipertanyakan. Pada tahun 2023, Thailand sempat memutus pasokan listrik ke Shwe Kokko dan Lay Kay Kaw di Myawaddy setelah kontrak dengan Myanmar berakhir.

Namun, warga di kota perbatasan Mae Sot, Thailand, melaporkan bahwa bisnis di wilayah terdampak tetap beroperasi seperti biasa.

(Dra/nusantaraterkini.co).