Nusantaraterkini.co, MEDAN–Kabar duka yang menyelimuti dunia transportasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, Rabu (6/5/2026) mendapat respons dari sesama sopir Antar Lintas Sumatera (ALS).
Andre, sopir ALS yang ditemui Nusantaraterkini.co. di loket ALS, Jalan SM Raja Medan, Kamis (7/5/2026), menuturkan, peristiwa itu mengingatkan dirinya yang setiap hari "bertarung" di jalinsum. Menurutnya, resiko itu pasti selalu ada, sepertihalnya kecelakaan yang menyebabkan 16 orang meninggal tersebut.
Baca Juga : Dirujuk dari Muratara, Korban Selamat Bus ALS Tiba di RS Bhayangkara
"Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para kru angkutan lintas provinsi yang setiap hari bertaruh nyawa di jalan raya. Sekaligus sebagai pengingat bagi kami sesama rekan profesi untuk lebih berhati-hati," ungkapnya.
Baca Juga : Niat Merantau Berujung Duka, Korban Laka ALS Sempat Ingin Naik Bus Lain
Andre tak lupa menyampaikan duka mendalam terhadap korban sesama sopir ALS maupun korban lainnya. Ia berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan.
"Saya berharap keluarga korban bisa menerima dengan ikhlas, karena tidak ada yang menginginkan kecelakaan ini terjadi. Semoga semuanya menemukan solusi terbaik terkait penanganan dan kemungkinan kompensasi-kompensasi," ungkapnya.
Baca Juga : Dua Orang Meninggal Saat Kecelakaan Beruntun di Bawah LRT Cinde Palembang
Diberitakan sebelumnya, kecelakaaan lalulintas yang melibatkan bus ALS dan mobil tangki BBM di Jalinsum Karang Jaya, Muratara, Sumsel menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Rinciannya, 14 orang dari pihak bus termasuk sopir dan kernek, sementara dua orang lainnya dari mobil tangki BBM.
Baca Juga : Fakta Baru Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara: Ternyata Tak Berizin Sejak 2020
(Cw5/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Bawa Sabu di Jalinsum, Petani Asal Muratara Ditangkap Polres Lubuk Linggau
Baca Juga : Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Jalinsum Bertambah, Fahrul Meninggal Dunia di RSUD Rupit
