Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kekhawatiran Terhadap Tarif AS, BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Orang-orang membeli makanan di sebuah kios pinggir jalan di Jakarta pada 7 Agustus 2022. (Foto: Xinhua/Xu Qin)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Bank sentral Indonesia, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan melambat hingga sedikit di bawah titik tengah perkiraan proyeksi sebelumnya, yaitu 4,7 persen hingga 5,5 persen.

Hal ini dipicu oleh adanya kekhawatiran atas tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: China Ajukan Gugatan ke WTO Menyusul Kenaikan Tarif Terbaru AS

Gubernur BI Perry Warjiyo, mengatakan, kebijakan tarif AS dapat mengurangi permintaan luar negeri untuk ekspor Indonesia dan perdagangan dengan negara-negara mitra.

Baca Juga: Presiden Asosiasi UKM Malaysia Desak ASEAN Lawan Kenaikan Tarif AS

"Untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, BI sedang memperkuat langkah-langkah kebijakan moneter dan makroprudensialnya," imbuh Perry Warjiyo, Rabu (23/4/2025).

Selain itu, BI juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75 persen, yang bertujuan untuk menjaga perekonomian dan menstabilkan nilai tukar rupiah.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Foto: Xinhua