Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Keluarga Korban Kebakaran Grosir di Samosir Sesalkan Keterlambatan Damkar

Editor :  hendra
Reporter :  Juita Sinuhaji
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi toko grosir setelah mengalami kebakaran hebat di Simbolon Purba, Palipi, Kabupaten Samosir, Jumat (31/10/2025). (Foto:JuitaSinuhaji/nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, SAMOSIRTragedi kebakaran yang melanda sebuah toko grosir di Desa Simbolon Purba, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Selain kehilangan anggota keluarga tercinta, mereka juga menyoroti lambatnya respons dan minimnya kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran setempat.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (30/10/2025). Api dengan cepat melahap bangunan dua lantai yang juga menjadi tempat tinggal pemilik grosir. Berdasarkan kesaksian warga, mobil pemadam baru tiba di lokasi sekitar dua jam setelah kebakaran terjadi. Saat petugas datang, kobaran api sudah membesar dan sulit dikendalikan.

Keterlambatan itu diperparah dengan kondisi petugas yang diduga tidak memiliki perlengkapan lengkap saat bertugas. Beberapa warga menyebut, petugas terlihat tanpa masker pelindung, pakaian tahan api, maupun alat bantu pernapasan (septi).

Baca Juga : Modus Dukun Gadungan, Lansia di Samosir Kehilangan Uang dan Emas Rp248 Juta, Pelaku Ternyata Teman Sendiri

Keluarga korban berinisial M. Sitanggang mengatakan, seandainya tim pemadam memiliki peralatan yang memadai, nyawa keluarganya mungkin masih bisa diselamatkan.

“Saya sudah berteriak-teriak bilang ada orang di lantai dua, tapi petugas tidak berani masuk karena api sudah besar dan mereka tak punya perlengkapan pelindung. Kalau saja alat mereka lengkap, Lae saya mungkin masih hidup,” ujar M. Sitanggang dengan nada kecewa, Jumat (31/10/2025).

Warga sekitar juga mendesak agar Pemkab Samosir meningkatkan kesiapan dan memperlengkapi unit pemadam kebakaran di wilayah tersebut. Mereka menilai, peralatan yang minim dan pos damkar yang terbatas membuat penanganan kebakaran sering terlambat, terutama di daerah yang jauh dari pusat kabupaten.

Baca Juga : Kahiyang Ayu Dorong Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat Sumut

“Wilayah Samosir cukup luas, tapi pos damkar cuma ada di beberapa titik. Kalau kebakaran terjadi di daerah pelosok seperti Simbolon Purba, butuh waktu lama untuk tiba,” ungkap seorang warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menambah pos pemadam baru, memperbarui peralatan standar keselamatan, serta memperkuat kesiapsiagaan petugas terutama di musim kemarau yang rawan kebakaran.

(Jas/ Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Gudang Barang Bekas Terbakar di Padangsidimpuan, Petugas Damkar Berjibaku Sampai Malam