Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kematian Remaja Diduga Dianiaya Oknum TNI, LBH Medan Minta Kodam I/BB Transparan

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Ari
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Direktur LBH Medan Irvan Saputra memberikan penjelasan soal janggal kematian remaja di Deliserdang. (Ari/NusantaraTerkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

NusantaraTerkini.co, MEDAN - Seorang remaja berinisial MHS (15) tewas saat pembubaran tawuran oleh aparat di Jalan Pelikan Ujung, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jumat (24/5/2024) silam. 

Kematian korban janggal, karena ada saksi yang melihat korban dianiaya oleh oknum TNI saat pembubaran tawuran, tapi ada juga isu yang menyebutkan kalau korban jatuh dari jembatan rel. 

Meski demikian, keluarga korban telah membuat laporan ke pihak Denpom I/5 atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum. Tapi, kasusnya belum ada titik terang. 

Baca Juga : LBH Medan Laporkan Majelis Hakim Pengadilan Militer ke KY dan Bawas MA karena Vonis 10 Bulan untuk Sertu Riza Pahlivi

Sehingga, ibu korban Lenny Damanik mendatangi LBH Kota Medan di Jalan Hindu untuk pendampingan hukum atas kematian anaknya. 

"Mohon kepada Bapak Presiden Jokowi dan Panglima TNI supaya mengusut kasus ini," ungkap ibu korban di LBH Medan, Jumat (21/6/2024) sore. 

Baca Juga : Istana Hentikan Akses Reporter CNN Usai Pertanyaan soal MBG, LBH Pers: Bentuk Pembungkaman Media

Ia mengatakan saat kejadian, korban berada di lokasi untuk menonton tawuran antara dua kelompok remaja. Tak lama pembubaran terjadi dan korban ditemukan terkapar penuh luka. 

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Madani, namun nyawanya tak tertolak. 

"Anak saya hanya untuk menonton tawuran rupanya dia yang kena sasaran. Saya mohon kepada masyarakat untuk mendoakan supaya kasus ini diusut hingga tuntas," tukasnya. 

Baca Juga : Pemprov Sumut dan Pemko Tanjungbalai Patroli Daerah Perbatasan, Jaga Pintu Masuk dari Ancaman Narkoba

Sementara, Direktur LBH Medan Irvan Saputra meyakini kalau Kodam I/BB akan transparan untuk mengusut kasus ini. 

"Kami juga meminta Kodam melakukan ekshumasi (pembongkaran malam) untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban," katanya. 

Irvan menjelaskan saat korban meninggal, pihak keluarga tidak ada diarahkan untuk dilakukan autopsi. 

Baca Juga : Panglima TNI Dampingi Menhan RI Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Qatar

"Sempat ke Polsek Medan Tembung, tapi laporannya diarahkan ke Denpom. Dari sini saja sudah janggal, kenapa diarahkan ke sana (Denpom), " tukasnya. 

(Cw5/NusantaraTerkini.co)